Komnas HAM: Ancaman Serius Bagi Kedaulatan Negara, Jika Negara Tak Jamin Keselamatan Warga

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kantor Perwakilan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Papua menaruh perhatian serius terhadap eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di beberapa wilayah tanah Papua.
Dalam dinamika konflik beberapa tahun terakhir, Komnas HAM secara khusus menyoroti maraknya isu penggunaan alat peledak atau bom yang telah menimbulkan korban di kalangan warga sipil.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey, saat menerima pengaduan dari massa aksi aliansi Himpunan Mahasiswa Pelajar Lanny Jaya (HMPLJ) dan Solidaritas Mahasiswa Papua di Abepura, Kota Jayapura, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data dan pemantauan yang dilakukan oleh Komnas HAM Papua, isu mengenai penggunaan senjata sejenis alat peledak mengalami peningkatan yang signifikan.
Fenomena ini bukan lagi sekadar rumor di media sosial, melainkan sebuah fakta lapangan yang diperkuat oleh aduan langsung dari masyarakat.
Dalam keterangannya, pimpinan Komnas HAM Papua ini mengungkap fakta memprihatinkan mengenai eskalasi konflik di tanah Papua.
Ia menyatakan bahwa isu mengenai penggunaan bom atau alat peledak telah menjadi fenomena yang marak terjadi belakangan ini.
Frits menilai aksi mimbar bebas yang digelar mahasiswa ini merupakan alarm penting sekaligus peringatan bagi negara.
Negara dituntut untuk berhati-hati dalam setiap mengambil tindakan militer atau keamanan.
Sebutnya, jika negara abai dan tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan warganya, maka hal itu akan menjadi ancaman serius bagi kedaulatan negara itu sendiri dari perspektif Hak Asasi Manusia.



