Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

OPM Klaim Serang Rombongan TNI di Maybrat, Dua Prajurit Disebut Tewas

Yohanes Palen • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi Penembakan.
Ilustrasi Penembakan.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kelompok Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kini mengklaim telah menembak mati dua anggota TNI dalam kontak senjata yang terjadi di Kampung Framniawai, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (2/6/2026).

 

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui rilis yang diterima Ceposonline.com, Kamis (4/6/2026) malam.

 

Menurut Sebby, operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.

 

Ia juga menyebut kontak tembak terjadi sekitar pukul 12.00 WIT saat pasukan TPNPB melakukan penyerangan terhadap rombongan yang disebut berisi lebih dari 100 personel militer Indonesia yang bergerak menggunakan sejumlah truk militer di ruas jalan sekitar empat kilometer dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh.

 

"Dalam serangan tersebut kami berhasil menembak mati dua personel militer Indonesia sehingga baku tembak berlangsung hingga pukul 18.00 WIT,"ucap Sebby Sambom dalam keterangannya.

 

Ia menambahkan, setelah insiden tersebut aparat keamanan disebut melakukan operasi militer hingga menjelang malam di wilayah Kampung Framniawai dan sekitarnya.

 

Sebby juga menyatakan dalam kontak senjata itu turut terlibat Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Mayor Manfred Fatem, Komandan Batalyon Aikiyu Matias Aisyasor, Komandan Kowip II, serta pasukan dari sembilan batalyon TPNPB yang telah disiagakan di kawasan tersebut.

 

Selain itu, TPNPB menuding aparat militer Indonesia telah menduduki sejumlah permukiman warga dan mendirikan pos-pos militer di beberapa kampung di Kabupaten Maybrat.

 

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan rasa takut dan trauma di kalangan masyarakat sipil.

 

Sementara itu, pihak Operasi Damai Cartenz (ODC) membantah keterlibatan personelnya dalam insiden yang diklaim TPNPB tersebut.

 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan tidak ada anggota ODC yang menjadi korban dalam peristiwa dimaksud.

 

"Kalau dari ODC tidak ada," kata Yusuf melalui pesan singkat kepada Ceposonline.com, Kamis (4/6/2026) malam.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim TPNPB mengenai tewasnya dua anggota TNI dalam kontak senjata di Kampung Framniawai, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
#papua #opm #Ceposonline.com #TNI #TPNPB