CEPOSONLINE.COM, NABIRE- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Nasson Utty menegaskan, aparat keamanan (TNI/Polri) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) untuk tidak mengganggu aktifitas pelayanan publik di RSUD Madi, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
" Mereka harus menghargai dan menghormati profesionalitas tenaga medis dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat (pasien)," Ucap Nason Utty kepada media ini via Ponselnya Minggu, (26/5/2024).
Ia mengatakan, pelayanan hidup sehat dan pelayanan lainnya yang dilayani secara khusus oleh seseorang yang memiliki profesi khusus seperti di bagian kesehatan yaitu tenaga medis.
" Apabila TNI Polri dan TPNPB saat ini sehat, tolong untuk tidak mengganggu yang sakit. Akses layanan kesehatan harus diterima oleh mereka (pasien) yang benar-benar membutuhkan sentuhan medis, " katanya.
Ia juga meminta, Pemkab Paniai untuk tidak berdiam diri dan memberikan akses jaminan kesehatan dan keamanan pada masyarakat.
" Pemerintah segera berikan jaminan dan perlindungan kepada tenaga medis dan masyarakat yang menjadi korban. Hargai fungsi pemerintah. Berikan anggaran dan jaminan yang cukup. Pemerintah jangan lakukan pembiaran dan tolong anggaran dipergunakan sebaiknya dengan menjamin kesejahteraan dan keamanan masyarakat sipil (pasien), " tegasnya.
Ia juga menegaskan, rumah sakit bukan tempat perang sehingga diharapkan dua pihak (TNI/Polri dan TPNPB) tidak menakut-nakuti tenaga medis dan pasien.
" Saya harap, situasi ini tidak terulang lagi di masa depan. Stop teror tenaga medis dan masyarakat. Pelayanan harus lanjut dan ke depan hal seperti ini tidak boleh terulang, " pungkasnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah