CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Suara mesin sepeda motor yang tiba-tiba kasar, berisik, atau terdengar ngelitik jangan buru-buru dianggap sebagai masalah ringan. Di balik suara tersebut, bisa saja terdapat kerusakan serius pada komponen internal mesin, mulai dari rantai keteng hingga sistem pompa oli.
Jika dibiarkan, gangguan tersebut bukan hanya membuat suara mesin semakin kasar, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan komponen akibat terganggunya pelumasan.
Kasus ini terlihat dalam proses perbaikan sepeda motor Honda Revo yang diunggah melalui kanal YouTube Buruan Motor Channel. Saat dilakukan pemeriksaan, mekanik menemukan sejumlah komponen di bagian mesin mengalami kerusakan.
Salah satu temuan penting adalah rantai timing atau rantai keteng yang sudah memanjang. Tidak hanya itu, gigi penggerak pompa oli juga ditemukan terlepas dari dudukannya.
Dilansir dari Radar Bogor, kerusakan tersebut membuat proses sirkulasi oli menuju bagian atas mesin tidak berjalan sebagaimana mestinya.
1. Gigi Pompa Oli Lepas, Bagian Atas Mesin Kekurangan Pelumasan
Pompa oli memiliki peran penting dalam menjaga mesin tetap bekerja dengan baik. Komponen ini bertugas mengalirkan oli ke berbagai bagian mesin untuk mengurangi gesekan dan mencegah keausan.
Ketika gigi penggerak pompa oli rusak atau terlepas, sirkulasi pelumas bisa terganggu.
Dalam kasus Honda Revo tersebut, bagian kepala silinder atau cylinder head ditemukan dalam kondisi kering. Padahal, komponen seperti poros nok (camshaft) dan mekanisme katup membutuhkan pasokan oli yang cukup agar dapat bekerja secara optimal.
Kekurangan pelumasan dalam waktu tertentu dapat meningkatkan gesekan antarkomponen. Jika mesin terus dipaksakan bekerja, risiko kerusakan yang lebih luas juga semakin besar.
2. Rantai Keteng Kendur Bisa Memicu Suara Kasar
Selain pompa oli, rantai keteng yang sudah memanjang juga menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan.
Rantai keteng berfungsi menghubungkan putaran poros engkol dengan poros nok untuk mengatur waktu buka dan tutup katup mesin.
Ketika rantai mengalami pemanjangan atau terlalu kendur, getaran dapat meningkat dan menimbulkan suara berisik dari dalam mesin.
Pada pemeriksaan Honda Revo tersebut, bantalan roller timing juga ditemukan mengalami keausan. Bahkan, beberapa bagian terlihat sudah terkikis cukup parah.
Kondisi ini diperburuk dengan komponen suling atau tensioner keteng yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Padahal, tensioner berfungsi menjaga ketegangan rantai agar tetap stabil dan tidak bergetar berlebihan selama mesin beroperasi.
Jika kerusakan dibiarkan, ketepatan timing mesin berisiko terganggu dan dapat memicu masalah yang lebih serius.
3. Jangan Langsung Menganggap Masalah Setelan Klep
Suara ngelitik atau kasar pada sepeda motor memang bisa berasal dari berbagai sumber. Karena itu, pemilik motor sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya setelan klep atau rantai keteng.
Sistem pelumasan juga perlu diperiksa, terutama kondisi pompa oli dan komponen penggeraknya.
Pemeriksaan sebaiknya mencakup kondisi rantai keteng, tensioner, gigi penggerak pompa oli, serta kelancaran sirkulasi pelumas.
Apabila muncul suara mesin yang tidak biasa disertai indikasi gangguan pelumasan, sebaiknya motor segera diperiksa di bengkel dan tidak terus dipaksakan untuk digunakan.
4. Perawatan Rutin Cegah Kerusakan Mesin Lebih Parah
Kasus Honda Revo tersebut menjadi pengingat bahwa suara berisik dari mesin tidak boleh diabaikan. Kerusakan pada satu komponen bisa berdampak pada bagian mesin lainnya, terutama jika berkaitan dengan sistem pelumasan.
Pemilik sepeda motor perlu memperhatikan kondisi oli mesin, melakukan penggantian sesuai jadwal perawatan, serta memeriksa komponen penggerak pompa oli dan rantai keteng secara berkala.
Deteksi sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan semakin meluas sekaligus menghindari biaya perbaikan yang lebih besar. (*)
Editor : AdminDua