Kembangkan PLTA Sungai Mamberamo, Menteri Bahlil Tawarkan ke Sejumlah Investor ini

Agung Trihandono • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 05:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Putu Indah Savitri)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Putu Indah Savitri)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA  - Potensi sumber daya energi di Papua masih cukup besar, hanya saja belum dikelola baik. Pemerintah tidak bisa menangani sendiri, butuh investor untuk mengelolanya.


Karena itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak para investor untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua.

“Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt (GW),” ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa.

Selain PLTA Sungai Mamberamo, Bahlil juga menawarkan proyek PLTA di Kalimantan, yakni Sungai Kayan dengan potensi sekitar 12 gigawatt (GW).

Ia meyakinkan para investor bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk melakukan investasi proyek-proyek energi terbarukan.

“Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tetapi saya tanya kepada bapak-ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia,” ujar Bahlil seperti dilansir Antara.

Dalam kunjungan bilateral perdananya ke China pada 8–10 November 2024, Presiden Prabowo menyaksikan kesepakatan antara PT PLN (Persero) dan dua perusahaan besar asal China, Huawei dan SDIC Power dalam meningkatkan kemandirian energi di Indonesia.

Penandatanganan ini berlangsung pada Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing pada Minggu (10/11).

Melalui dua MoU ini, PLN mempertegas posisinya dalam menjaga ketersediaan energi secara berkelanjutan sekaligus mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan swasembada energi di Indonesia.

Kerja sama yang ditandatangani antara PLN dengan SDIC Power fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mamberamo yang berada di Papua.

Selain penciptaan permintaan energi terbarukan yang terpadu, PLN dan SDIC Power juga melakukan studi bersama terkait aspek bisnis, teknis, hukum, dan risiko PLTA ini.(*)

Editor : AdminDua
papua bahlil lahadalia