Telur Burung Paruh Bengkok yang Gagal Diselundupkan ke Surabaya Akhirnya Ditetaskan 

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi sejumlah telur burung paruh bengkok berhasil ditetaskan lewat Inkubator. (AI) 
Ilustrasi sejumlah telur burung paruh bengkok berhasil ditetaskan lewat Inkubator. (AI) 

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA –  Telur-telur burung paruh bengkok sepertinya menjadi buruan para penghobi satwa yang dilindungi tersebut.

Di Indonesia sendiri terdapat  lebih dari 80 jenis satwa burung paruh bengkok. Diantaranya ada yang menjadi hewan endemik Papua yakni burung nuri dan burung kakak tua. 

Saat ini untuk mengirim hewan endemik Papua itu tidak bisa sembarang, karena sudah pasti akan dirazia.  Akhirnya 115 butir telur burung paruh bengkok tak bisa diselundupkan dari Bandara Mopah Merauke menuju Surabaya

Tak kehilangan akal, para pengirim dan "pemesan" mempunyai seribu satu cara untuk bisa meloloskan hewan tersebut, yakni dengan cara mengirim telurnya. 

Namun, semakin ketatnya pengawasan di bandara Merauke, telur-telur burung paruh bengkok tersebut akhirnya ditahan dan disita Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Selatan pada 20 dan 23 Agustus lalu dengan total berjumlah 115 butir telur.

Ternyata dalam penahanan tersebut sudah ada beberapa telur yang menetas. Proses menetasnya pun secara bertahap ada yang 2 butir, ada yang 3 butir. 

Kepala Balai Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro , mengungkapkan pihaknya mengamankan telur tersebut sekalgus untuk memastikan proses penetasan dapat berlangsung dengan baik.
 
Pihaknya terpaksa menggunakan inkubator dilakukan untuk menjaga suhu dan kelembapan yang dibutuhkan hingga telur menetas. 

‘’Sebenarnya untuk menetaskan telur ini menjadi tangungjawab dari KSDA Merauke. Hanya saja, mereka tidak punya incubator, sehingga kita yang tangani,’’ jelasnya.   

‘’Idealnya kalau telur misalnya ayam itu 21 hari sejak dierami. Tapi untuk telur-telur ini kita tidak tahu  sudah berapa lama, sehingga ketika kita masukan dalam incubator, menetasnya tidak sekaligus,’’ jelasnya.  Bahkan, kemungkinan ada yang tidak menetas. (*)

Editor : Weny Firmansyah
telur penyelundupan Satwa