CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik.
Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto menilai kunjungan Gibran ke daerah bencana tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penanganan bencana, melainkan juga sebagai bagian dari manuver politik.
“Kunjungan Gibran ke daerah bencana di NTT adalah manuver politik,” kata Gigin dilansir dari Fajar.co.id, Minggu (23/8/2026).
Gigin juga menyoroti komposisi rombongan yang mendampingi Gibran selama kunjungan.
Menurutnya, kunjungan ke wilayah bencana seharusnya melibatkan lebih banyak tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam penanganan kondisi darurat.
“Dia tidak membawa profesional yang mumpuni untuk membantu para korban,” ujarnya.
Ia kemudian mempertanyakan keterlibatan mahasiswa dalam rombongan tersebut.
Gigin menilai mahasiswa yang belum memiliki pengalaman penanganan bencana tidak cukup untuk menjadi bagian utama dalam membantu masyarakat terdampak.
“Dia membawa mahasiswa yang nol pengalaman dalam membantu korban bencana alam,” katanya.
Gibran sebelumnya tiba di NTT pada Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden meninjau posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka.
Di hadapan masyarakat terdampak, Gibran menyampaikan permohonan maaf apabila penanganan di lapangan masih terdapat kekurangan.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana.
“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” kata Gibran, dikutip dari Antara.
Gibran meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan benar-benar menjangkau seluruh masyarakat terdampak, termasuk warga yang berada di wilayah sulit diakses.
Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, layanan kesehatan serta kebutuhan mendesak lainnya, menurut Gibran, harus dipastikan sampai kepada para penyintas.
Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas serta anak-anak.
“Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” tuturnya.
Gibran memastikan pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat NTT menghadapi dampak bencana seorang diri.
Ia mengatakan pemerintah akan terus melakukan penanganan selama masa tanggap darurat sekaligus menyiapkan proses pemulihan pascabencana.
“Ini adalah tanggung jawab negara,” tegasnya.
Gibran juga menegaskan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat NTT, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan dilakukan secara cepat, tepat, serta berkelanjutan.
“Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa