Disorot Al Jazeera: Ribuan Korban Gempa M 7,7 di NTT Masih Bertahan di Pengungsian Menanti Bantuan

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Penanganan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat perhatian luas dari media internasional.
Dilansir dari radarkudus.jawapos.com, saluran berita global Al Jazeera menyoroti kondisi ribuan warga terdampak yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat dengan keterbatasan pasokan kebutuhan pokok.
Berdasarkan pembaruan data dalam laporan jaringan media tersebut per Rabu (19/8/2026), dampak bencana mencatat sedikitnya 68 orang meninggal dunia dan lebih dari 200 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
*Keterbatasan Pasokan Logistik dan Kondisi Pengungsian Prihatin*
Laporan langsung reporter Al Jazeera, Jessica Washington, dari Desa Riung, Kabupaten Manggarai, memperlihatkan keprihatinan mendalam.
Sejumlah keluarga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di area terbuka atau di bawah tenda darurat berbahan lembaran plastik yang mulai rusak.
Kondisi cuaca dan minimnya fasilitas sanitasi mulai memicu munculnya berbagai penyakit, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.
- Kebutuhan Mendesak: Warga sangat membutuhkan pasokan beras, air bersih, obat-obatan, selimut, serta terpal tempat berlindung.
- Aksi Warga: Di beberapa titik jalan lintas desa, warga membentangkan spanduk bertuliskan desakan bantuan serta berupaya menghentikan armada logistik yang melintas demi mendapatkan pasokan makanan.
- Ancaman Kesehatan: Persediaan makanan warga kian menipis seiring belum meratanya pengiriman bantuan logistik ke area terpencil.
“Kami benar-benar butuh bantuan. Anak-anak mulai sakit karena tidur di luar ruangan dengan penutup plastik seadanya, sementara stok beras kami sudah hampir habis,” ungkap salah seorang warga Desa Riung kepada tim liputan lapangan.



