Survei Tingkat Kepuasan Prabowo Menurun, Bakom RI Optimis Akan Naik Lagi

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari menilai hasil survei SMRC yang menunjukkan turunnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo bukan kondisi tetap.

 

 

Dilansir dari JawaPos.com, menurut Qodari hasil survei mencerminkan potret opini publik yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Qodari optimistis tingkat kepuasan masyarakat akan kembali meningkat seiring realisasi program-program pemerintah.

 

 

"Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen, sekarang 50%, ya insyaallah nanti 80 persen lagi," tutur Qodari setelah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, Selasa (28/7/2026).

 

 

Qodari meminta hasil survei SMRC tidak dijadikan satu-satunya acuan. Menurutnya, diperlukan pembanding dari lembaga survei lain agar penilaian terhadap tingkat kepuasan publik dapat dilihat secara lebih menyeluruh.

 

 

"Karena sesungguhnya kalau kita melihat fundamental ekonomi sangat bagus. Pertumbuhan ekonomi 5 sekian persen. Kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen," imbuhnya.

 

 

 

Selain itu, Qodari juga menyoroti kondisi politik Indonesia yang dinilai stabil dengan dukungan koalisi pemerintah. Situasi tersebut menjadi modal penting agar berbagai agenda pembangunan dapat terus direalisasikan. 

 

 

Secara politik juga kita sangat kokoh, koalisinya besar, semua mendukung program-program dari Bapak Presiden, dan kita lihat hari ini, apa yang direncanakan dan dicita-citakan menjadi kenyataan, begitu," ucap Qodari. 

 

 

Ia lantas menyebutkan program-program pemerintah yang telah menunjukkan hasil, seperti swasembada pangan, kesejahteraan petani melalui harga pembelian gabah Rp 6.500 per kilogram, dan kemudahan akses pupuk

 

 

"Jadi kita lihat perkembangan ke depan, ya. Kita menerima dan merespon semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja," pungkas mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

 

 

Sebelumnya, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto kini berada di angka 51,1 persen.

 

 

Angka kepuasan tersebut turun dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Artinya, terjadi penurunan sekitar 30,1 poin persentase dalam sembilan bulan terakhir.

 

 

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menilai penurunan tingkat kepuasan masyarakat tidak terjadi tanpa sebab. Menurutnya, perubahan tersebut berkaitan dengan persepsi publik terhadap berbagai kondisi nasional.

 

 

 

"Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," kata Deni pada Senin (27/7/2026).

 

 

Survei SMRC tersebut dilakukan pada 5 - 19 Juli 2026 dengan melibatkan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih sebagai populasi.

 

 

Sebanyak 749 responden dipilih secara acak melalui metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara via telepon dan tatap muka, dengan margin of error sekitar 3,7 persen.

 

 

 

"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum," pungkas Direktur Eksekutif SMRC. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Prabowo Subianto