CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Bagi pencinta kopi, secangkir kopi di pagi hari menjadi bagian dari rutinitas yang sulit ditinggalkan. Namun, bagi pemilik lambung sensitif atau penderita penyakit asam lambung (GERD), memilih jenis kopi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko munculnya keluhan.
Dilansir dari radarsurabaya.jawapos.com, secara alami, kopi mengandung asam klorogenat yang dapat merangsang produksi asam lambung. Selain itu, kandungan kafein juga berpotensi melemahkan sfingter esofagus bawah, yaitu katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Salah satu pilihan yang sering dibandingkan adalah caffè Americano dan caffè latte.
Americano yang merupakan kopi hitam tanpa tambahan susu cenderung lebih mudah memicu iritasi lambung. Tanpa adanya campuran susu, asam klorogenat dalam kopi berinteraksi langsung dengan dinding lambung. Jika dikonsumsi saat perut kosong, Americano berisiko memicu nyeri ulu hati, perut mulas, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn), terutama pada penderita gastritis atau GERD.
Sementara itu, caffè latte dinilai lebih ramah bagi lambung karena mengandung susu. Kandungan protein dan lemak dalam susu dapat membantu mengurangi keasaman kopi sehingga iritasi pada lambung berpotensi lebih rendah. Susu juga memperlambat proses pengosongan lambung sehingga efek iritasi dapat diminimalkan.
Meski demikian, latte bukan pilihan yang tepat bagi semua orang. Mereka yang memiliki intoleransi laktosa tetap perlu berhati-hati karena susu dapat memicu keluhan seperti kembung, kram perut, atau diare.
Secara umum, latte cenderung lebih aman bagi lambung dibandingkan Americano. Namun, bagi penderita intoleransi laktosa, alternatif seperti susu almond atau susu oat dapat menjadi pilihan. Sementara itu, jika ingin menikmati Americano, sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil setelah makan, bukan saat perut kosong.
Selain memilih jenis kopi, membatasi konsumsi kafein dan memperhatikan respons tubuh setelah minum kopi juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan lambung. (*)
Editor : Weny Firmansyah