Ketika Lapar Diduga Memaksa Mencuri, Bocah Perempuan Histeris Kehilangan Ayah, Negara Dinilai Absen

CEPOSONLNE.COM, JAYAPURA-Kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri seekor ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Tragedi tersebut tidak hanya memicu perdebatan soal maraknya aksi main hakim sendiri, tetapi juga menyentuh hati masyarakat setelah video putri korban menangis histeris di samping jenazah sang ayah viral di media sosial.
Simpati terhadap keluarga korban pun bermunculan. Di saat yang sama, berbagai pihak mengingatkan pentingnya penegakan hukum tanpa kekerasan.
Salah satu tanggapan datang dari konten kreator sekaligus pengusaha kuliner Andini Syamsur.
Melalui pernyataan tertulisnya, Andini menegaskan bahwa tindakan mencuri tetap merupakan perbuatan melanggar hukum. Namun, menurutnya, aksi pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa seseorang tidak pernah dapat dibenarkan.
"Mencuri itu tetaplah salah. Tetapi main hakim sendiri bukanlah keadilan," kata Andini, sebagaimana dikutip dari Fajar.co.id
Ketimpangan Hukum: Ayam vs Uang Negara
Dalam pernyataannya, Andini juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketimpangan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Ia menilai masyarakat kecil yang melakukan tindak pidana ringan kerap menerima hukuman sosial maupun kekerasan secara langsung dari massa. Sementara itu, pelaku kejahatan yang merugikan negara dalam jumlah besar justru menjalani proses hukum tanpa mengalami perlakuan serupa.
"Pencuri kecil sering kali dihakimi tanpa ampun. Tapi justru tikus-tikus berdasi yang merampas hak jutaan orang diperlakukan jauh lebih manusiawi," katanya.
Menurut Andini, terdapat perbedaan mendasar antara seseorang yang diduga mencuri karena tekanan ekonomi dengan pelaku korupsi yang bertindak karena keserakahan.


