Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Lapar Diduga Memaksa Mencuri, Bocah Perempuan Histeris Kehilangan Ayah, Negara Dinilai Absen

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Tangis Putri Korban Mengundang HaruPerhatian publik semakin besar setelah video yang memperlihatkan putri KD menangis histeris saat prosesi pemakaman beredar luas di media sosial. (IG)
Tangis Putri Korban Mengundang Haru Perhatian publik semakin besar setelah video yang memperlihatkan putri KD menangis histeris saat prosesi pemakaman beredar luas di media sosial. (IG)


Advertisement

CEPOSONLNE.COM, JAYAPURA-Kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri seekor ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.

Tragedi tersebut tidak hanya memicu perdebatan soal maraknya aksi main hakim sendiri, tetapi juga menyentuh hati masyarakat setelah video putri korban menangis histeris di samping jenazah sang ayah viral di media sosial.

Simpati terhadap keluarga korban pun bermunculan. Di saat yang sama, berbagai pihak mengingatkan pentingnya penegakan hukum tanpa kekerasan.

Advertisement

Salah satu tanggapan datang dari konten kreator sekaligus pengusaha kuliner Andini Syamsur.

Melalui pernyataan tertulisnya, Andini menegaskan bahwa tindakan mencuri tetap merupakan perbuatan melanggar hukum. Namun, menurutnya, aksi pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa seseorang tidak pernah dapat dibenarkan.

"Mencuri itu tetaplah salah. Tetapi main hakim sendiri bukanlah keadilan," kata Andini, sebagaimana dikutip dari Fajar.co.id

Advertisement

Ketimpangan Hukum: Ayam vs Uang Negara
Dalam pernyataannya, Andini juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketimpangan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Ia menilai masyarakat kecil yang melakukan tindak pidana ringan kerap menerima hukuman sosial maupun kekerasan secara langsung dari massa. Sementara itu, pelaku kejahatan yang merugikan negara dalam jumlah besar justru menjalani proses hukum tanpa mengalami perlakuan serupa.

"Pencuri kecil sering kali dihakimi tanpa ampun. Tapi justru tikus-tikus berdasi yang merampas hak jutaan orang diperlakukan jauh lebih manusiawi," katanya.

Menurut Andini, terdapat perbedaan mendasar antara seseorang yang diduga mencuri karena tekanan ekonomi dengan pelaku korupsi yang bertindak karena keserakahan.

Advertisement
Editor : Elfira Halifa

Artikel Terkait

Niat Bobol Rumah, Terduga Pencuri Malah Tertidur 

Niat Bobol Rumah, Terduga Pencuri Malah Tertidur 

Aksi pencurian diduga dilakukan seorang pria berinisial IM (21) di Kabupaten Pringsewu, Lampung berakhir di luar dugaan. Bukannya berhasil m

Warga Mimika Tangkap Pembobol Rumah Usai Berpapasan dengan Korban di Jalan

Warga Mimika Tangkap Pembobol Rumah Usai Berpapasan dengan Korban di Jalan

Seorang pelaku pembobolan rumah dan pencurian kendaraan bermotor ditangkap oleh warga di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (9/6/2026) siang. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer