Naniek Diminta Beberkan Daftar Koruptor di MBG

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:57 WIB
 Nanik S. Deyang. (ISTIMEWA)
Nanik S. Deyang. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatan kepala BGN dengan alasan sakit menimbulkan pertanyaan publik. ”Itu betul-betul sakit? Semoga lekas pulih dan bukan malingering, ya,” tandas pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.

”Maaf kata, anggapan khalayak bahwa Nanik sekedar malingering alias pura-pura sakit guna menghindari proses hukum, sebaiknya tak usah terlalu dipusingkan,” imbuh Reza seperti dilnsir dari Jawapos.com, Kamis (23/7). Menurut Reza, sebagai tokoh elite, Nanik tentu paham bahwa malingering bisa dimaknai sebagai obstruction of justice. 

Dia bisa dinarasikan oleh kaum pembenci sebagai orang yang tidak kooperatif bahkan menghalangi proses pengungkapan mega korupsi BGN dan segala turunannya. Bahwa Presiden menunjuk Nanik sebagai Dewan Pengawas, lanjut Reza, itu laksana pisau bermata ganda. Pada satu sisi, jabatan itu mengharuskan Nanik untuk tetap stay tune dengan kerja-kerja serta serbaneka kekacauan dan kejahatan di BGN.

”Keharusan itu berisiko kurang baik bagi jantung Nanik,” papar Reza Indragiri Amriel. Pada sisi lain, kepercayaan Presiden itu diharapkan direspons positif Nanik dengan menyodorkan data ke Kejagung tentang terduga-terduga koruptor BGN berikutnya.

”Ya, walau cuma beberapa pekan memimpin BGN, bolehlah ada setidaknya secuil manfaat yang dia hasilkan. Namun, celakanya, itu juga bisa mendatangkan dampak buruk juga dari pihak-pihak yang mengkhawatirkan Nanik buka suara,” ucap Reza.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan itu secara resmi disampaikan Nanik dalam akun media sosial Facebook pribadi, pada Rabu (22/7). ”Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat,” kata Nanik dalam status di media sosial Facebook.
Nanik beralasan akan melakukan pengobatan ke luar negeri. Namun, dia tidak mengungkap rinci penyakit yang dideritanya tersebut.

”Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” ucap Nanik. Karena itu, Nanik menyampaikan permohonan maaf memutuskan mundur dari jabatan Kepala BGN. Dia mengklaim, keputusan itu didasari atas untuk kepentingan kondisi kesehatan.

”Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujar Nanik.

Dia pun mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal membentuk Dewan Pengawas BGN. Dia mengaku sudah diminta Prabowo untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN. ”Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut),” tutur Nanik.

Lebih lanjut, Nanik memastikan tetap mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo tersebut. Program prioritas tersebut semata hanya untuk mengintervensi gizi nasional, tidak ada kepentingan politik praktis.

”Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” ucap Nanik. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
nanik deyang BGN