CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Presiden Prabowo Subianto meminta pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkuat hingga ke lingkungan sekolah guna memastikan kualitas makanan yang diterima para siswa tetap terjaga.
"Mulai sekarang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar melibatkan kepala sekolah, guru, hingga para siswa dalam memantau kualitas makanan yang disajikan setiap hari,"ucap Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa standar porsi makanan harus dijaga. Sehingga ia meminta dapur MBG memperhatikan kualitas menu MBG tiap harinya.
Salah satu contohnya, ia meminta agar satu ekor ayam maksimal dipotong menjadi delapan bagian sehingga daging yang diterima anak-anak tetap layak dan sesuai dengan tujuan program.
Kemudian tidak boleh menyajikan telur dadar dalam hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo khawatir, jika telurnya didadar, malah lebih banyak tepung ketimbang telur.
"Telur yang menjadi hidangan MBG harus diceplok atau direbus saja,"tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, anggaran negara yang dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para penerima.
Ia tidak ingin kualitas makanan menurun akibat praktik yang mengurangi porsi atau nilai gizi yang seharusnya diterima siswa.
Selain itu, Presiden mengusulkan mekanisme pengawasan acak melalui dokumentasi foto dan penimbangan porsi makanan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah diterapkan secara konsisten di seluruh daerah.
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi makanan, tetapi juga dari kualitas gizi dan kecukupan porsi yang diterima jutaan anak Indonesia setiap hari.
“Anggaran yang sudah disiapkan negara harus benar-benar sampai kepada anak-anak dalam bentuk makanan yang berkualitas dan bergizi,”pungkas Prabowo. (*).
Editor : Yohanes Palen