Di balik jabatan strategis yang kini diembannya, Nanik memiliki rekam jejak panjang sebagai seorang jurnalis yang puluhan tahun berkecimpung di dunia media.
Nanik resmi menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Pengumuman pergantian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, Selasa (2/6/2026).
Sebelum dipercaya memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak program peningkatan gizi nasional itu, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Grup Kompas Gramedia.
Seperti dilansir Jawa Pos. Com, perempuan kelahiran 3 Januari 1968 tersebut mengawali kariernya dari ruang redaksi. Selama bertahun-tahun, ia terlibat dalam peliputan berbagai isu strategis mulai dari sosial, politik, ekonomi hingga gaya hidup.
Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membentuk kemampuan analisis, komunikasi publik, serta pemahaman yang kuat terhadap persoalan masyarakat.
Di kalangan media, Nanik dikenal sebagai wartawan yang aktif turun ke lapangan dan memiliki jejaring luas di berbagai sektor.
Pengalaman itu menjadi modal penting dalam membangun koordinasi lintas lembaga, kemampuan yang kini dibutuhkan dalam mengelola program-program nasional di bidang gizi.
Karier Nanik kemudian berkembang ke berbagai posisi strategis di luar dunia pers. Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, ia menjabat Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024.
Penunjukan tersebut diperkuat melalui Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna PT Pertamina Nomor SK-150/MBU/06/2025 dan Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025.
Kini, mantan wartawan itu menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Di bawah kepemimpinannya, BGN diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukan Nanik menjadi catatan menarik tersendiri. Dari profesi yang bertugas mengawasi dan menyampaikan informasi kepada publik, ia kini berada di garda depan pelaksanaan salah satu program sosial terbesar pemerintah.
Sebuah perjalanan karier yang membawa mantan wartawan itu dari ruang redaksi menuju kursi pimpinan lembaga negara. (fir)
Editor : Abdel Gamel Naser