CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menyoroti intensitas kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis
Adapun Prabowo tercatat telah melakukan sebanyak tiga kali kunjungan ke Prancis dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sejak awal tahun 2026.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, yang menilai frekuensi lawatan Presiden ke negara Eropa tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap kunjungan kenegaraan perlu disertai penjelasan yang transparan mengenai tujuan, agenda, serta hasil yang ingin dicapai.
"Kita juga pernah punya presiden yang dikritik sering ke luar negeri waktu zaman Gus Dur. Sekarang orang juga menyampaikan atau melihat hal yang sama pada Prabowo,"ucap Andreas usai menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) dikutip dari CNN Indonesia.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menegaskan, kunjungan kenegaraan bukan sekadar agenda diplomatik biasa, tetapi harus memiliki target yang jelas dan manfaat yang dapat dirasakan publik.
Karena itu, pemerintah diminta lebih terbuka dalam menjelaskan capaian dari setiap perjalanan luar negeri Presiden.
Kata Andreas, polemik muncul karena kunjungan terakhir Prabowo ke Prancis belum dijelaskan secara rinci kepada masyarakat.
Ia meminta juru bicara Presiden maupun pihak Istana memberikan keterangan yang lebih lengkap agar tidak menimbulkan spekulasi.
"Publik berhak mengetahui apa tujuan dan hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut. Transparansi sangat penting agar masyarakat bisa memahami manfaat yang diperoleh negara,"pintanya.
Berdasarkan catatan, Presiden Prabowo telah mengunjungi Prancis sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026, yakni pada 23 Januari, 14 April, dan 27 Mei 2026.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menyoroti pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjaga stabilitas internasional dan mendorong perdamaian dunia.
Prabowo menyatakan Indonesia dan Prancis memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk konflik internasional, ketidakpastian ekonomi, hingga ancaman terhadap stabilitas kawasan.
"Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapa pun,"jelas Prabowo.
Selain membahas penguatan hubungan bilateral, kedua pemimpin juga menyinggung situasi Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap stabilitas energi dunia dan rantai pasok global.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian antara Palestina dan Israel.
"Saya juga sangat gembira bahwa Prancis menjadi salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan Barat untuk mendukung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina," kata Prabowo.
Kunjungan Presiden ke Prancis juga menghasilkan sejumlah agenda kerja sama ekonomi.
Salah satunya adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council pada 28 Mei 2026 yang dihadiri kedua kepala negara. (*).
Editor : Yohanes Palen