Mislicha Kasib (85), warga Kecamatan Bugul Kidul, berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah menabung selama puluhan tahun dari hasil berjualan.
Setiap hari, sejak pukul 08:00 WIB, Mislicha mendorong gerobaknya sejauh sekitar satu kilometer dari rumah menuju Jalan Trunojoyo, tepat di depan SMPN 5 Pasuruan.
Di tempat itulah ia menjajakan cilok dan tahu hingga pukul 13:00 WIB, mengikuti jam pulang sekolah.
“Ibu jualan cilok sudah 65 tahun. Dorong gerobak sendiri dari rumah, saya masih kuat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Di balik kesederhanaannya, tersimpan disiplin luar biasa. Dari penghasilan sekitar Rp50.000 per hari, Mislicha rutin menyisihkan Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk ditabung. Selain itu, ia juga mengikuti arisan sebagai cara menambah simpanan.
“Kalau tidak nabung, tidak bisa berangkat. Pengeluaran juga banyak,” katanya.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Mislicha mendaftar haji pada 2015 dan tahun ini mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan Kloter 10. Ia dijadwalkan berangkat pada Jumat (25/4) pukul 20:20 WIB.
“Alhamdulillah senang sekali. Di sini juga ketemu teman-teman, ada tetangga juga yang berangkat,” ungkapnya.
Kisah Mislicha tidak berdiri sendiri. Dari delapan anak yang dimilikinya, sebagian turut membantu usaha keluarga, termasuk anak bungsunya, Mariyatul Kibtiyah (35).
Mariyatul bahkan ikut mendampingi sang ibu ke Tanah Suci. Ia mendaftar haji pada 2020 dan mengumpulkan biaya dari hasil berjualan cilok.
“Saya dulu kerja di pabrik, sekarang jualan cilok di depan rumah. Nabung dari sisa belanja,” ujarnya.
Setiap hari, bahan dagangan disiapkan sejak dini hari. Anak-anaknya membantu memasak dan menyiapkan kebutuhan jualan, sementara Mislicha tetap setia melayani pembeli di lapangan.
Kisah Mislicha menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mewujudkan mimpi. Dengan kerja keras, disiplin, dan kesabaran selama puluhan tahun, ia akhirnya bisa berangkat haji di usia senja.
Perjalanan hidupnya juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa langkah kecil yang konsisten seperti menabung dari sisa penghasilan dapat membawa hasil di masa depan. (*)
Editor : Elfira Halifa