Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Misa Perdana, Gereja Katolik Terapkan Prokes ektra Ketat

Administrator • Minggu, 19 Juli 2020 | 14:53 WIB
Suasana misa perdana di Gereja Katolik, Paroki Sang Penebus Sentani, Minggu, (19/7). Misa  perdana ini dilaksanakan setelah pembatasan waktu akibat Covid-19.(Robert Cepos)
Suasana misa perdana di Gereja Katolik, Paroki Sang Penebus Sentani, Minggu, (19/7). Misa  perdana ini dilaksanakan setelah pembatasan waktu akibat Covid-19.(Robert Cepos)

SENTANI- Setelah lebih dari 3 bulan tidak melaksanakan misa di gereja,  Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Sentani , Minggu (19/7), kemarin melaksanakan misa perdana di tengah pandemi Covid-19.


Anggota Dewan Paroki Sang Penebus Sentani, Heral Berhitu menjelaskan, pelaksanaan misa ekaristi di Gereja Paroki Sang Penebus Sentani itu dilaksanakan dengan pengawasan protokol kesehatan yang ekstra ketat.


" Semua umat yang datang mengikuti misa wajib menggunakan masker, kemudian cuci tangan lalu panitia memeriksa suhu tubuh dan pada saat di dalam gereja, jarak duduk juga sudah diatur sesuai protokol kesehatan yang ada," kata Hetal Berhitu, Minggu (19/7).


Dia mengaku, misa perdana tersebut dihadiri sekitar 100-an umat dari total umat Paroki tersebut yang mencapai 5 ribuan. Menurutnya, berdasarkan kesepakatan dewan Paroki dan pastor, meskipun ibadah hari Minggu sudah mulai diberlakukan, namun semuanya masih di bawah aturan protokol kesehatan dan jumlah umat yang dibolehkan untuk beribadah di gereja tersebut juga dibatasi.


"Semua masih dibatasi, tadi yang datang sekitar 100-an umat saja. Umat  kita di Sentani ini sampai 5000-an, tapi karena kita batasi jadi yang datang terbatas," ujarnga.


Selain itu, setiap umat yang datang beribadah di gereja juga sudah dibagi berdasarkan komunitas basis di masing-masing wilayah dan itu ditentukan oleh dewan Paroki. Hal ini semata-mata untuk membantu pemerintah daerah dalam menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.


Apalagi kata dia, penyebaran Covid-19 ini sangat rentan terhadap perkumpulan atau kerumunan orang banyak.


" Saya juga sebagai pejabat daerah sesuai dengan perintah Pak Bupati supaya setiap pejabat yang ada di masing-masing lingkungan agar turun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu memberikan pemahaman terkait kegiatan pencegahan terhadap Covid-19 ini," tambahnya. (roy/tho)

Editor : Administrator