JAYAPURA-Meskipun sudah ada sedikit angin segar bagi para pencari kerja (Pencaker) terkait rencana seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Provinsi Papua tahun ini, namun sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal dan sistem seleksi yang digunakan.
Kepala Kantor Regional IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura, Paulus Dwi Laksono Harjono mengatakan untuk kepastian jadwal pelaksanaan seleksi CPNS dan sistem yang digunakan masih menunggu keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI.
“Semuanya nanti tunggu kepastian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI untuk kepastian pelaksanaan tes CPNS Daerah Provinsi Papua,” jelasn Paulus kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (20/2).
Mengenai pernyataan Sekda Provinsi Papua beberapa waktu lalu kepada awak media terkait rencana penerimaan CPNS yang dilakukan Maret nanti, Paulus mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab menurut Paulus, pihaknya masih menunggu kepastian dari Kemenpan RB.
“Sampai saat ini kami belum bisa pastikan jadwal dan sistemnya,” tuturnya. Terkait dengan sistem seleksi yang digunakan, Paulus menyebutkan tahun 2018 lalu, Pemprov Papua meminta kebijakan agar seleksi CPNS di Papua dilakukan secara offline dan bukan online.
“Dari BKN Jayapura berharap pelaksanaan tes CPNS tersebut nantinya dilakukan dengan menggunakan sistem CAT, karena terpercaya akurat dan murni hasilnya,” harapnya. Paulus menyebutkan, sistem CAT (Computer Assisted Test ) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Standar kompetensi dasar CPNS menurutnya diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme ASN (Aparatur Sipil Negara) dan CAT dipercaya bisa menjamin standar kompetensi dasar CPNS dalam TKD (Tes Kompetensi Dasar).
”Saya garis bawahi di sini bahwa sistem CAT ini bukan online tapi offline, hanya saja menggunakan alat bantu komputer tapi semua sistemnya offline,” tegasnya. Dengan sistem komputer atau CAT ini, peserta langsung mengerjakan soal ujian di layar monitor komputer. Pengoperasiannya diakuinya cukup mudah dan waktu yang tersisa dalam pengerjaan sudah terpampang jelas di monitor. “Soal dengan bentuk pilihan ganda membuat kita cukup menggunakan mouse untuk mengklik pilihan yang benar,” tambahnya.
“Hasil yang didapatkan oleh peserta pun akan bersih dan tidak ada yang memanipulasi. Karena setelah selesai ujian peserta langsung memonitor hasilnya saat itu juga di layar monitor komputer masing-masing. Jadi kecil kemungkinan untuk dirusak oleh oknum yang tidak bertangung jawab,” sambungnya. Namun Paulus menyebutkan semua itu tergantung dari keputusan Kemenpan RB terkait sistem yang akan digunakan nanti. (kim/nat) Editor : Administrator