CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Persoalan fasilitas literasi dan ketersediaan buku bacaan menjadi perhatian Aliansi Mahasiswa Papua Tengah. Melalui aksi demonstrasi di Nabire, Selasa (3/11/2026), mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera menghadirkan perpustakaan di setiap kampus serta mendukung pengadaan buku di berbagai gerakan literasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan pesan bahwa mereka membutuhkan perpustakaan dan buku untuk berpikir kritis. Aksi dimulai dari kawasan Pasar Karang Nabire menuju Kantor DPR Papua Tengah.
Massa berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelas Nabire. Mereka meminta pemerintah segera shadirkan Dinas Perpustakaan dan Pengadaan Buku disetiap gerakan literasi.
Tidak hanya persoalan fasilitas pendidikan, mahasiswa turut menyoroti kondisi sosial di kalangan pemuda. Salah satu pamflet yang dibawa bertuliskan, “Pemerintah Papua Tengah Segera Hentikan Miras di Kalangan Pemuda, Gantikan dengan Literasi.”
Pesan tersebut menjadi ajakan agar generasi muda lebih banyak terlibat dalam kegiatan positif, khususnya membaca dan mengembangkan pengetahuan. Mahasiswa juga membawa pesan “Pendidikan adalah Hak, Bukan Kemewahan.” Melalui seruan tersebut, mereka mengingatkan bahwa setiap generasi berhak memperoleh kesempatan pendidikan dan akses terhadap sumber pengetahuan yang memadai. Dari pagi hingga sore aksi berjalan aman. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser