CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada instruksi dari Polres Nabire maupun Polda Papua Tengah untuk melarang atau membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Nabire.
Polisi, kata dia, hanya memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu keamanan maupun ketertiban masyarakat.
“Kami pada prinsipnya tidak pernah melarang kegiatan nobar terkait film Pesta Babi. Selama kegiatan itu tidak mengganggu keamanan masyarakat, tidak menguasai badan jalan, dan dilaksanakan dengan tertib, silakan saja,” ujar AKBP Samuel Tatiratu kepada media saat diwawancarai di Nabire, Jumat, (15/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihak kepolisian melalui Satintelkam telah melakukan koordinasi dengan pihak gereja selaku penyelenggara kegiatan. Dalam koordinasi tersebut, pihak gereja menyatakan siap bertanggung jawab menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Kasat Intel sudah koordinasi dengan Romo, dan Romo menyampaikan bahwa pihak gereja bertanggung jawab atas kegiatan itu. Jadi silakan dilaksanakan, yang penting tertib di lingkungan gereja,” katanya.
Kapolres juga membantah adanya informasi yang menyebut aparat kepolisian datang untuk melarang atau meminta kegiatan dihentikan. Ia menilai informasi tersebut tidak benar dan merupakan pemutarbalikan fakta.
“Kalau ada bahasa bahwa Polri melarang atau anggota polisi datang melarang, itu tidak benar. Sampai saat ini Polres Nabire dan Polda Papua Tengah tidak pernah mengeluarkan pernyataan melarang ataupun menginstruksikan pembubaran kegiatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tindakan pelarangan hanya dapat dilakukan apabila terdapat instruksi resmi dari pimpinan Polri atau apabila kegiatan dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau tidak ada instruksi dari pimpinan Mabes Polri, prinsip kami kegiatan itu tetap diamankan agar berjalan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan maupun keamanan Kamtibmas di wilayah Nabire,” ujarnya.
Sementara itu, guna memastikan acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan aman, pihak penyelenggara Nonton Sama-Sama juga telah menyusun sejumlah regulasi internal yang wajib dipatuhi seluruh penonton di Aula KSK Nabire.
Pihak panitia menegaskan bahwa seluruh penonton dilarang mengambil foto maupun merekam video selama pemutaran film berlangsung.
“Kami meminta kerja sama dari seluruh penonton agar tidak mengambil dokumentasi, baik berupa foto maupun rekaman video, sepanjang pemutaran film di dalam aula,” ujar perwakilan panitia saat menjelaskan mekanisme kegiatan.
Selain itu, panitia juga memperketat pengawasan di pintu masuk dengan melarang siapa pun yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol untuk memasuki area kegiatan.
“Kami juga menegaskan bahwa orang yang dalam kondisi mabuk tidak diizinkan masuk ke area pemutaran film, dan para penonton juga dilarang keras membawa bendera BK ke dalam lokasi acara,” tegas pihak penyelenggara.
Hingga saat ini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan adanya gangguan keamanan maupun keluhan masyarakat selama kegiatan nobar film dokumenter tersebut berlangsung di Nabire. (*)
Editor : Agung Trihandono