Bawa Motor dalam Kondisi Mabuk, Empat Orang Dilarikan ke RSUD

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Minggu, 8 November 2026 | 16:00 WIB
Kapolres Mimika saat mengecek korban laka lantas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Mimika, Minggu (8/11/2026) (Foto: CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA).
Kapolres Mimika saat mengecek korban laka lantas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Mimika, Minggu (8/11/2026) (Foto: CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA).  

 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Polda Papua Tengah, kembali menyoroti tingginya kerawanan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukumnya. 

 

Sorotan ini mengemuka menyusul insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan empat orang pengendara di dua lokasi berbeda secara hampir bersamaan pada Minggu dini hari (8/11/2026). 

 

Seluruh korban mengalami sejumlah luka serius.

 

Kejadian laka tunggal terjadi di Jalan Serui Mekar sebanyak dua korban, sementara dua korban lain di Jalan Yos Sudarso.

 

Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak, didampingi Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong sempat mendatangi RSUD Mimika memantau langsung kondisi para korban.

 

Hambatan utama muncul karena para korban saat insiden terjadi masih berada dalam pengaruh berat minuman keras (miras), sehingga identitas lengkap mereka pun belum dapat teridentifikasi secara pasti pada tahap penanganan awal di lokasi kejadian.

 

Berdasarkan analisis sementara di tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian menyimpulkan bahwa faktor utama pemicu kecelakaan tunggal ini adalah kombinasi fatal antara kelalaian manusia (human error) akibat konsumsi alkohol dan pengabaian standar keselamatan dasar berkendara, yakni tidak mengenakan helm berstandar nasional (SNI).

 

Kapolres meminta warga mengikis kebiasaan berkendara dalam pengaruh zat adiktif. 

 

Ia mengingatkan bahwa tindakan mengemudikan kendaraan bermotor dalam kondisi mabuk bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman nyata yang berpotensi merenggut nyawa diri sendiri maupun pengguna jalan raya lainnya.

 

Lebih lanjut, ia menekankan agar insiden ini dijadikan sebagai momentum evaluasi dan pengingat kolektif bagi publik untuk lebih menghargai keselamatan berlalu lintas. 

 

“Jadi, saya berharap ini menjadi pengingat bagi kita semua agar kesadaran masyarakat dapat ditingkatkan. Sudah mabuk, naik motor, tidak pakai helm. Tentu hal ini sangat membahayakan keselamatan jiwa,” tegasnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
mimika kecelakaan