Patroli Koops TNI Habema di Yahukimo, Senjata Diamankan Tanpa Korban

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 07:34 WIB
Barang bukti yang diamankan Koops TNI Habema. (Foto: Penerangan Koops TNI Habema).
Barang bukti yang diamankan Koops TNI Habema. (Foto: Penerangan Koops TNI Habema). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir/HP Komando Operasi (Koops) TNI Habema menggelar patroli di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (3/11/2026). 

 

 

Operasi ini dilakukan untuk merespons informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak.

 

 

Patroli yang menyasar wilayah tersebut berawal dari kecurigaan personel terhadap sebuah bangunan kayu yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan kelompok bersenjata. 

 

 

Saat didekati, dua orang terlihat meninggalkan lokasi. Situasi kemudian memanas setelah petugas memberikan peringatan yang direspons dengan tembakan dari arah kelompok tersebut, memicu kontak tembak singkat.

 

 

Insiden ini dipastikan berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua belah pihak. Dalam penyisiran pasca-kontak tembak, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan di lokasi kejadian, antara lain:

 

* Satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm

 

* Satu pucuk pistol airsoft gun

 

* Alat bidik teleskop

* Amunisi

 

* Senjata tajam, busur, serta anak panah

 

* Perangkat komunikasi dan berbagai dokumen penting

 

 

Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

 

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyatakan bahwa seluruh tindakan prajurit di lapangan senantiasa dijalankan secara selektif, terukur, dan profesional dengan mengutamakan keselamatan warga sipil.

 

 

"Saya mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu melaksanakan tugas dan mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kita harus tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, tetapi keberhasilan operasi tidak selalu harus diukur dari jatuhnya korban. Yang lebih penting adalah berkurangnya ancaman dan semakin terjaganya keselamatan masyarakat," tegas Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026). 

 

 

Lebih lanjut, Brigjen TNI Riyanto turut menyampaikan imbauan kepada anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan agar menghentikan aksi kekerasan serta kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

 

 

"Jalan damai selalu terbuka. Mari kembali membangun kampung, menjaga kehidupan keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua. Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal dan damai," tambahnya.

 

 

Ke depan, Koops TNI Habema berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo melalui langkah pengamanan profesional yang dipadukan dengan pendekatan teritorial serta kemanusiaan demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.

(*)

Editor : Weny Firmansyah
Habema mimika barang bukti