CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) di Timika mencapai 6,18 persen pada Oktober 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,64.
Angka ini menunjukkan adanya peningkatan harga secara umum dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis di Timika pada 2 November 2026, inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 1,36 persen, sementara inflasi tahun kalender (y-to-d) berada di angka 5,21 persen.
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini didorong oleh kenaikan indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
"Kenaikan inflasi ini dipicu oleh peningkatan indeks di sektor pengeluaran utama, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta makanan," ujar Dian Sudarmanto saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).
*Rincian Kelompok Pengeluaran dan Pemicu Utama*
Kenaikan inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melambung hingga 11,20 persen dengan memberikan andil sebesar 0,87 persen.
Komoditas utama yang mendominasi andil inflasi kelompok ini adalah emas perhiasan sebesar 0,82 persen.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 8,99 persen turut memberikan sumbangan besar terhadap inflasi total, yakni sebesar 3,95 persen.
Komoditas dominan dalam kelompok ini meliputi bayam (0,79 persen), cabai rawit (0,54 persen), kangkung (0,51 persen), hingga ikan kembung dan beras.
Lonjakan signifikan juga tercatat pada kelompok transportasi yang mengalami inflasi 10,56 persen, disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi y-on-y, seperti kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 1,27 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun 1,68 persen.
*Perbandingan dengan Wilayah Sekitar*
Jika dibandingkan dengan tren tahun sebelumnya, laju inflasi y-on-y Timika pada Oktober 2026 (6,18 persen) tercatat lebih tinggi dibanding Oktober 2025 yang hanya 1,55 persen dan Oktober 2024 yang berada di angka 4,75 persen.
Dalam skala regional Provinsi Papua Tengah, posisi inflasi Timika berdampingan dengan wilayah lain seperti Kabupaten Nabire yang mencatat angka inflasi y-on-y sebesar 5,97 persen.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw