CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Perbaikan jalan SP 3 Kampung Muramsari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, sepanjang kurang lebih 2 kilometer mendapat sorotan.
Pasalnya, jalan yang telah dilakukan soil cement tersebut hingga kini belum juga dilapisi aspal, sehingga menimbulkan debu saat kendaraan melintas, terutama di tengah kondisi cuaca kemarau.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena debu yang beterbangan saat kendaraan melintas dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di sekitar ruas jalan tersebut.
Menanggapi sorotan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merauke, Leo Patria Mogot, saat dikonfirmasi menjelaskan, pekerjaan jalan tersebut masih dalam proses pengerjaan.
Leo menjelaskan, pekerjaan yang belum sampai pada tahap pengaspalan bukan berarti proyek tersebut telah ditinggalkan. Saat ini, pelaksanaan pekerjaan masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditentukan dalam kontrak
‘’Sampai sekarang perbaikan jalan tersebut masih dalam proses,’’ kata Leo Patria Mogot, dihubungi Rabu (3/11).
Menurutnya, perbaikan jalan tersebut dengan menggunakan soil semen. Dimana jalan tersebut semestinya tidak boleh dilewati kendaraan bermuatan berat.
Namun yang terjadi, jalan tersebut sudah dilewati kendaraan berat. Selain itu, setelah soil semen, jalan tersebut semestinya setiap saat disiram dengan air sehingga semakin padat.
‘’Tapi memang ada bagian yang sudah rusak. Mungkin ada bagian bawahnya yang lembek dan kurang padat sehingga sudah mulai rusak,’’ katanya.
Namun lanjut Leo Patria Mogot, untuk bagian yang rusak tersebut bukan disoil lagi tapi harus dicor semen.
‘’Yang bagian yang rusak itu, kita minta kontraktornya untuk dicor semen. Jadi tidak lagi soil semen,’ terangnya.
Atas sorotan lewat media sosial tersebut, Leo Patria Mogot menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut aktif melakukan mengontrol dalam setiap pembangunan.
‘’Kami sekaligus menyampaikan terima kasih atas kontrol dari masyarakat,’’ tambahnya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser