Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Berkurang di Mimika, Pemkab Siapkan Sekolah Tatap Muka

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
Ilustrasi sekolah tatap muka
Ilustrasi sekolah tatap muka

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua Tengah, membuka peluang untuk mencabut kebijakan pembelajaran jarak jauh dan menormalisasi kembali kegiatan sekolah tatap muka.

Langkah ini bergantung pada tren penurunan kabut asap serta perbaikan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Pemkab Mimika sempat menginstruksikan sekolah-sekolah dari tingkat PAUD hingga menengah untuk menerapkan belajar dari rumah secara bertahap. 

Advertisement

Kebijakan darurat tersebut diambil setelah kualitas udara di wilayah Mimika, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan, tercatat tidak sehat akibat paparan kabut asap kiriman dari wilayah selatan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau dinamika cuaca serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memastikan keamanan udara bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

"Kita lihat satu-dua hari, ini kan kadang-kadang hujan saja. Jadi kalau misalnya sudah kita lihat prediksi BMKG, kami akan tanya juga... Kalau misalnya kita lihat ternyata informasinya sudah aman, ya kita cabut. Surat edarannya kita cabut," ujar Johannes Rettob di Timika, Selasa (3/11/2026).

Advertisement

Meski sempat memprioritaskan anak-anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) untuk belajar dari rumah guna menghindari risiko kesehatan akibat partikel halus PM2.5, pemerintah daerah tidak ingin kebijakan tersebut berlaku lebih lama dari yang diperlukan.

Bupati Johannes Rettob menekankan bahwa kebijakan penyesuaian kegiatan belajar ini bersifat dinamis. 

Pemerintah daerah memantau pergerakan kabut asap yang bersumber dari wilayah luar Mimika, yakni Merauke, serta mengandalkan laporan prediksi cuaca harian dari BMKG untuk memutuskan waktu yang tepat dalam mencabut surat edaran tersebut.

Sebelumnya paparan partikel halus PM2.5 dari kebakaran hutan sangat berisiko memicu peradangan saluran pernapasan, memperburuk asma, hingga meningkatkan kunjungan rumah sakit bagi anak-anak di bawah usia lima tahun dan kelompok rentan.

Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Kepung Sorong, Kadis Pariwisata Khawatir Soal Kunjungan Wisata

Kabut Asap Kepung Sorong, Kadis Pariwisata Khawatir Soal Kunjungan Wisata

 Kabut asap yang semakin pekat di Papua Barat Daya mulai menjadi tantangan bagi sektor pariwisata. 

Asap, Kabut, Kabut Asap Berbeda! Ini yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan

Asap, Kabut, Kabut Asap Berbeda! Ini yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan

Wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya belakangan ini diselimuti kabut dan asap. 

Dampak Kabut Asap Mulai Mengancam Ketersediaan BBM Di Wamena

Dampak Kabut Asap Mulai Mengancam Ketersediaan BBM Di Wamena

Kabut asap yang selama seminggu lebih menanggagu penerbangan di   Bandara Wamena, mulai mengancam ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer