Bantuan Makanan Untuk Masyarakat Jila Dikirim Gunakan Heli Milik TNI AU

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Proses muat bantuan makanan oleh aparat TNI di Terminal Cargo Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat, 21 Agustus 2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Proses muat bantuan makanan oleh aparat TNI di Terminal Cargo Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat, 21 Agustus 2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika bersinergi dengan TNI mengirimkan bantuan logistik makanan bagi masyarakat di Distrik Jila yang terisolasi pasca-insiden keamanan. 

 

Pengiriman bantuan dialokasikan sebanyak 4 ton dan didistribusikan secara bertahap menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara (AU) melalui Terminal Kargo Bandara Mozes Kilangin Timika, mulai Jumat, 21 Agustus 2026. 

 

Langkah darurat ini diambil setelah timbulnya ketegangan akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila pada Hari Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026. 

 

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan sembilan anak warga setempat dibawa paksa. Dampaknya, warga mengungsi dan berkumpul di ibu kota distrik serta tidak dapat beraktivitas ke kebun atau ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa Pemkab Mimika menyiapkan 4 ton bahan makanan seperti beras, mie instan, dan telur, dengan pengiriman tahap awal mencakup 700 kilogram pada hari pertama dan dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan warga terpenuhi.

 

Ia menjelaskan, kondisi warga terisolasi karena ancaman keamanan yang mengakibatkan aktivitas sehari-hari seperti berkebun dan lain-lain terhenti. 

 

Johannes menambahkan, koordinasi erat terus dilakukan bersama Pangkogabwilhan, Dandim 1710/Mimika, serta Danlanud Yohanis Kapiyau guna memastikan operasi kemanusiaan dan pencarian korban berlangsung aman.

 

"Terima kasih buat Pak Dandim dan Pak Danlanud yang telah membantu kami pemerintah untuk membantu masyarakat di Distrik Jila. Dan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mimika dan seluruh Papua, mohon doa, mohon dukungan untuk semua proses evakuasi, proses pencarian, dan terhadap seluruh masyarakat di Jila ini bisa kita... kita bisa berjalan dengan lancar. Secara khusus kepada keluarga yang punya anak-anak yang di... apa ya, dibawa paksa ya, bisa kembali dengan normal, dengan selamat kembali, dengan aman, selamat, supaya bisa berkumpul dengan keluarga lain. Mohon doa untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika atas operasi ini," ungkap Johannes.

 

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Teuku Jozanda, menegaskan fokus penanganan saat ini mencakup pemulihan situasi keamanan, evakuasi warga yang membutuhkan perawatan medis, serta pembebasan sembilan anak yang dibawa paksa.

 

"Semoga kegiatan berjalan lancar dan masyarakat kembali aman, situasi di Jila kondusif. Ya kita berharap tidak terjadi lagi trauma di sana, ya. Dan kita juga berharap ibu-ibu yang dalam kondisi sakit atau yang tadi kakinya patah bisa segera dievakuasi. Itu mungkin harapan kami. Dan satgas yang sudah bertugas di Jila, semoga diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya. Kita juga mendoakan semoga anak-anak kita segera bisa kita kembalikan ke keluarganya," tutur Teuku Jozanda.

 

Sementara itu, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Kolonel Pnb Taufik Andriadi, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menyokong penuh jalur logistik udara bagi daerah terisolasi di Mimika.

 

"Di sini TNI Angkatan Udara melalui Lanud Yohanis Kapiyau akan selalu mendukung program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, termasuk untuk membantu daerah-daerah yang membutuhkan sekali, terutama bahan makanan dan apa pun yang diperlukan dari pemerintah daerah. Terima kasih," ujar Taufik. (*)

Editor : Agung Trihandono
jila logistik mimika