Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kabupaten di Papua Tengah Rawan Banjir dan Longsor

Wahyu Welerubun • Kamis, 9 Juli 2026 | 12:28 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kabupaten di Papua Tengah Rawan Banjir dan Longsor
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kabupaten di Papua Tengah Rawan Banjir dan Longsor

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi Papua Tengah. 

Berdasarkan data prakiraan cuaca yang berlaku sejak Kamis, 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIT hingga Jumat, 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIT, delapan kabupaten di provinsi tersebut dinyatakan masuk dalam peta kerentanan tinggi banjir dan tanah longsor.  

Delapan wilayah yang diidentifikasi memiliki indeks bahaya tinggi tersebut meliputi Kabupaten Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. 

Peta kerentanan ini disusun BMKG Stasiun Meteorologi Nabire dengan mengonversikan prakiraan cuaca lokal terhadap data InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  

BMKG mengimbau warga, khususnya yang bermukim di lereng pegunungan dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat yang dapat memicu luapan air maupun pergeseran tanah.  

Sebaran Titik Rawan Bencana
Berdasarkan analisis visual peta kerentanan BMKG, akumulasi zona merah (bahaya tinggi) tersebar di beberapa titik strategis:
Kabupaten Mimika: Seluruh distrik, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Mimika Baru, hingga Agimuga, dibayangi potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hari.

Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya: Sebagian besar topografi wilayah ini berada pada zona merah kerentanan tanah longsor akibat potensi hujan ringan hingga sedang yang turun secara kontinu dari siang hingga dini hari.

Kabupaten Paniai dan Dogiyai: Wilayah sekitar paniai Timur dan Distrik Kamu Timur mencatatkan indeks bahaya banjir dan longsor yang signifikan dengan dominasi cuaca hujan lokal.

Kondisi Cuaca Perairan
Selain ancaman di daratan, Stasiun Meteorologi Nabire juga merilis prakiraan cuaca maritim yang menunjukkan kondisi kurang bersahabat di wilayah perairan selatan Papua Tengah. 

Perairan Kokonao dan Perairan Timika diprediksi mengalami hujan sedang hingga hujan petir dengan kecepatan angin mencapai 15–25 knot serta potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran rakyat dan nelayan lokal.  

BMKG meminta pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten untuk segera melakukan langkah mitigasi, membersihkan saluran drainase yang tersumbat, serta menyiagakan jalur evakuasi warga guna mengantisipasi situasi darurat. (*)

Editor : Elfira Halifa
#longsor #mimika #Ceposonline.com #BMKG