Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Satgas ODC 2026 Tangkap Penyuplai Amunisi KKB di Jayapura, Sita Ratusan Amunisi

Wahyu Welerubun • Rabu, 8 Juli 2026 | 15:04 WIB
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, didampingi Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko Satgas Ops Damai Cartenz 2026, Rabu (8/7/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, didampingi Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko Satgas Ops Damai Cartenz 2026, Rabu (8/7/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 menangkap seorang pria berinisial AG yang diduga kuat sebagai penyuplai amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Penangkapan dilakukan di Jayapura, Papua, pada Selasa, 7 Juli 2026, setelah pelaku menjadi buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir lima bulan. 

Petugas mencegat AG saat ia dalam perjalanan menuju perbatasan Skouw, yang diduga kuat sebagai upayanya untuk melarikan diri ke Papua Nugini (PNG).

Hal ini turut dibenarkan Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum (Kasatgas Gakkum) Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata.

"Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus jaringan senjata dan amunisi kelompok Simon Payage yang sebelumnya ditangkap di Yahukimo," jelas KBP I Gusti Gde dalam konferensi pers di Posko Satgas ODC 2026 di Mimika, Rabu (8/7/2026).

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menambahkan bahwa berdasarkan penyelidikan mendalam, jaringan AG diduga berafiliasi erat dengan kelompok bersenjata Kodap Yali-Gema Yahukimo, yang menunjukkan adanya keterkaitan aktivitas antarwilayah di Yahukimo dan Yalimo.

"Amunisi tersebut ini ada hubungannya dengan kasus Simon Payage yang sudah kita amankan sebelumnya di Yahukimo," imbuh KBP Yusuf Sutejo.

​Lebih lanjut dijelaskan, dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa 298 butir amunisi, satu pucuk senjata api rakitan, dan empat buah magasin SS1. 

Rincian amunisi yang disita meliputi 252 butir kaliber 5,56 mm, 36 butir kaliber 7,62 mm, serta 10 butir kaliber 9 mm. Selain itu, petugas juga menyita enam buah laras senjata api bekas berkarat yang sudah tidak berfungsi atau afkiran.

Ia menegaskan bahwa barang bukti ini menambah daftar sitaan sebelumnya dari kelompok yang sama, di mana polisi sempat mengamankan sekitar 200 amunisi. 

Hingga saat ini, tim penyidik Satgas ODC 2026 masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AG guna memetakan jalur penyelundupan senjata serta mengejar anggota jaringan lain yang masih buron.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #Ceposonline.com #Amunisi ilegal