
CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus dugaan perusakan pagar beton di atas lahan milik Keuskupan Timika yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026.
Insiden ini memicu kecaman luas dari kelompok mahasiswa dan organisasi pemuda lintas agama karena dinilai mengancam stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Pihak Keuskupan Timika telah resmi menempuh jalur hukum dengan melayangkan laporan pidana ke Polres Mimika pada Sabtu, 23 Mei 2026, didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Tengah.
Desakan Penegakan Hukum dari Lintas Kelompok
Insiden perusakan aset keagamaan ini memicu respons cepat dari berbagai elemen masyarakat di Mimika yang mendesak polisi segera menangkap para pelaku untuk menghindari gesekan sosial.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Timika, Martinus Dolame, menegaskan pentingnya pengungkapan aktor di balik perusakan ini demi kepastian hukum.
“Saya minta Kepolisian Resor Mimika segera ungkap pelaku,” tegas Marinus kepada media ini, Senin (25/5/2026).
Sorotan tajam juga datang dari kelompok pemuda Muslim setempat. Tokoh pemuda Muslim Kabupaten Mimika, Mahmud Tamher, mengingatkan bahwa tindakan vandalisme semacam ini dapat merusak toleransi antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Mimika, terlebih masyarakat tengah bersiap menyambut Hari Raya Iduladha.
“Kami meminta Polres Mimika segera menangkap pelakunya. Jangan berikan ruang bagi oknum-oknum yang sengaja ingin mengadu domba atau merusak tatanan sosial yang selama ini kita jaga dengan baik,” kata Mahmud.
Senada dengan itu, Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, mengutuk segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah hubungan lintas iman di Tanah Amungsa.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Menjelang Hari Raya Idul Adha, seluruh masyarakat Kabupaten Mimika harus menjaga situasi tetap aman, damai, dan harmonis. Jangan biarkan tindakan oknum tertentu merusak persatuan dan kerukunan yang selama ini terjaga dengan baik di Tanah Amungsa,” ujar Arifin, Senin siang. (*)