Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Papua Tengah Siaga Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan, Mimika dan Nabire Diimbau Waspada

Wahyu Welerubun • Senin, 18 Mei 2026 | 07:29 WIB
 Foto: Ilustrasi Gemini AI By Moh. Wahyu Welerubun.
 Foto: Ilustrasi Gemini AI By Moh. Wahyu Welerubun.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang membayangi wilayah Provinsi Papua Tengah selama tiga hari ke depan, terhitung sejak Senin, 18 Mei hingga Rabu, 20 Mei 2026. 

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan air akibat tingginya intensitas hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Mozes Kilangin Mimika melaporkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang mulai melanda sejumlah titik sejak pagi ini pukul 08.30 WIT. 

Wilayah yang terdampak langsung pada fase awal meliputi Distrik Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, dan Mimika Tengah.

BMKG memprediksi dampak cuaca buruk ini akan meluas ke area sekitarnya, termasuk Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Iwaka, Kuala Kencana, Mimika Barat, hingga Distrik Amar. Kondisi darurat tersebut diperkirakan terus berlangsung sekurangnya hingga pukul 10.30 WIT.

*Peta Kerawanan Tiga Hari ke Depan*
Berdasarkan data grafis dari Stasiun Meteorologi Nabire, status kedaruratan di wilayah Papua Tengah terbagi dalam beberapa tingkatan (Waspada dan Siaga). 

Pada Senin, 18 Mei 2026, status Waspada hujan sedang-lebat ditetapkan untuk Kabupaten Deiyai, Intan Jaya, Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya.

Pada Selasa, 19 Mei 2026, kondisi cuaca kian memburuk. BMKG menaikkan status menjadi Siaga hujan lebat-sangat lebat untuk lima wilayah, yakni Kabupaten Intan Jaya, Mimika, Nabire, Paniai, dan Puncak. Sementara wilayah Deiyai, Dogiyai, dan Puncak Jaya berada pada status Waspada.

Di hari Rabu, 20 Mei 2026, status Waspada kembali berlaku di hampir seluruh wilayah mencakup Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya.

*Prakiraan Cuaca Wilayah Mimika*
Secara mikro, visualisasi data cuaca di Kabupaten Mimika menunjukkan pola hujan yang merata dari kawasan pesisir hingga pegunungan. 

Di wilayah pegunungan dan pedalaman seperti Tembagapura, cuaca didominasi hujan ringan hingga sedang dari pagi hingga siang hari, disusul udara kabur pada dini hari. Kondisi serupa terjadi di wilayah Hoya, Agimuga, Jila, dan Alama.

Sementara di kota dan pesisir seperti Distrik Kuala Kencana, Iwaka, Mimika Baru, dan Mimika Timur diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang sejak pagi hingga siang hari, sebelum beralih ke kondisi berawan tebal pada malam dan dini hari.

*Kondisi Maritim dan Pelabuhan*
BMKG Stasiun Meteorologi Nabire juga merilis detail prakiraan cuaca maritim yang krusial bagi keselamatan pelayaran di perairan selatan Papua. 
 
Untuk wilayah perairan Timika & Kokonao pada Senin pagi sempat dilanda hujan petir dengan gelombang setinggi 0,1–0,5 meter. Memasuki Selasa 19 Mei hingga Rabu 20 Mei cuaca di kedua perairan ini diprediksi mengalami hujan ringan dengan peningkatan tinggi gelombang mencapai 0,5–1,25 meter di Timika, dan naik signifikan hingga 1,25–2.5 meter di Perairan Kokonao pada 20 Mei. Kecepatan angin maksimum diestimasi mencapai 19 hingga 22 knot.

Sementara itu, di Pelabuhan Poumako dan Pelabuhan Amamapare Timika, kondisi operasional laut relatif aman dalam jangka pendek dengan tinggi gelombang berkisar 0,1–0,5 meter. 

Kendati demikian, kecepatan arus laut di Amamapare diprediksi menguat hingga 38–72 cm/s pada Rabu 20 Mei dengan arah arus menuju Barat Daya (SW).
BMKG mengingatkan para nakhoda kapal, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar dermaga untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala. 

“Waspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan transportasi," tulis BMKG dalam keterangan resminya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#cuaca #BMKG