CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Penembakan yang terjadi di Kampung Narangkea-Uyawin dan area Kali Kabur, Kampung Uyawin-Winni Mile 69, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, pada Kamis malam 7 Mei 2026 kini menelan korban jiwa.
Aparat kepolisian mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu (9/5/2026), dua dari enam warga sipil yang sebelumnya menjadi korban penembakan dilaporkan telah meninggal dunia. Tragisnya, kedua korban yang kehilangan nyawa ini adalah perempuan.
Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengungkapkan bahwa upaya penyelamatan terus dilakukan. Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengevakuasi lima korban ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Charitas guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Namun, nyawa salah satu korban luka tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia hari ini. “Data korban meninggal saat ini ada dua orang. Satu orang atas nama Narlince Wamang yang posisinya masih di Tembagapura, dan satu lagi (tak disebutkan namanya,red) meninggal di RSMM Charitas,” ungkap Iptu Firman pada Sabtu siang (9/5/2026).
Sebelumnya diberitakan, enam warga sipil dilaporkan menjadi korban penembakan di dua lokasi terpisah, yakni Kampung Narangkea-Uyawin dan area Kali Kabur, Kampung Uyawin-Winni Mile 69, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, pada Kamis malam sekitar pukul 21.40 WIT.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, mengonfirmasi bahwa unit reaksi cepat kepolisian telah dikerahkan untuk mengevakuasi para korban luka ke fasilitas medis di Tembagapura.
Di antara para korban yang sedang mendapatkan penanganan darurat, dilaporkan terdapat seorang perempuan dan seorang balita yang menderita luka tembak di bagian betis serta mulut.
Kapolda menyebut, pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara detail tentang kronologis, sementara kepolisian terus berupaya memastikan akurasi data sebelum memberikan pernyataan resmi terkait pemicu peristiwa tersebut.
“Untuk kronologis saat ini belum bisa kami sampaikan karena masih dalam penyelidikan dan kami sedang menghimpun informasi yang benar. Saya mengharapkan teman-teman wartawan untuk bersabar,” tulis Kapolda saat dikonfirmasi Jumat (8/5/2026) malam.
Menanggapi kabar yang beredar mengenai adanya korban jiwa dalam insiden ini, Brigjen Pol Jermias Rontini menegaskan bahwa status tersebut belum dapat diverifikasi secara faktual. Fokus utama polisi di lapangan saat ini adalah memastikan keselamatan warga yang terluka.
“Informasi adanya korban meninggal dunia itu masih simpang siur, namun ada enam orang korban luka-luka yang berhasil kita evakuasi ke rumah sakit di Tembagapura,” lanjutnya.
Selain upaya penyelamatan korban, personel gabungan dari Brimob Batalyon B, Satgas Amole, dan Polsek Tembagapura melakukan operasi pengamanan skala besar terhadap warga sipil.
Sebanyak 256 warga yang terjebak dalam situasi mencekam di Kali Kabur berhasil dievakuasi menuju Pos Brimob di MP 72, sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi-lokasi perlindungan yang lebih aman.
Langkah ini diambil untuk mencegah jatuhnya korban tambahan di tengah ketidakpastian situasi keamanan di zona merah tersebut. Pihak kepolisian menjamin akan terus memberikan pengawalan melekat bagi masyarakat yang terdampak trauma akibat insiden ini.
“Intinya fokus kita saat ini mengevakuasi masyarakat dan saya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat,” tegasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono