Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Papua Tengah Siaga Cuaca Ekstrem, Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Wahyu Welerubun • Rabu, 6 Mei 2026 | 12:34 WIB
Pemandangan di Jalan Budi Utomo Timika yang sedang diguyur hujan lebat pada Rabu siang (6/5/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN)
Pemandangan di Jalan Budi Utomo Timika yang sedang diguyur hujan lebat pada Rabu siang (6/5/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kabupaten Mimika dan sekitarnya pada Rabu, (6/5/2026).

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dilaporkan mulai menyapu sejumlah titik vital, termasuk Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Wania, Iwaka, Kuala Kencana, hingga wilayah dataran tinggi di Tembaga Pura. 

Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, kondisi ini pun benar-benar terjadi pada Rabu siang. Sejak waktu yang ditentukan di atas, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pun mengguyur sebagian besar wilayah Timika. 

Selain itu, kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diperkirakan akan meluas ke wilayah pesisir dan pedalaman seperti Mimika Timur Jauh, Amar, Jila, hingga Distrik Hoya, dengan durasi diperkirakan bertahan hingga pukul 15.00 WIT.

Peringatan ini menjadi krusial mengingat data pemetaan risiko dari Stasiun Meteorologi Nabire menempatkan sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Tengah dalam status waspada bencana hidrometeorologi. 

Merujuk pada Peta Kerentanan Banjir dan Longsor dari InaRisk BNPB yang diolah BMKG, wilayah Kabupaten Puncak, Nabire, dan Paniai kini berada pada indeks bahaya sedang hingga tinggi. 

Intensitas hujan yang meningkat di tengah hari ini memperbesar risiko luapan sungai dan pergerakan tanah, terutama di daerah-daerah dengan topografi curam dan bantaran sungai yang padat pemukiman.

Di Kabupaten Nabire, pantauan cuaca menunjukkan dominasi awan tebal dan hujan ringan sejak pagi, yang diprediksi akan meningkat menjadi hujan petir pada malam hari di distrik-distrik rawan seperti Wanggar dan Nabire Barat. 

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Puncak dan Intan Jaya, ancaman longsor menjadi perhatian utama. 

BMKG mencatat indeks bahaya tanah longsor berada pada level sigap bagi distrik-distrik di pedalaman yang memiliki struktur tanah rentan akibat akumulasi curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

BMKG mengimbau masyarakat dan otoritas setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sekunder dari cuaca ekstrem ini, seperti penurunan jarak pandang, pohon tumbang, hingga potensi banjir bandang. 

Koordinasi antar-lembaga melalui BPBD di tingkat kabupaten terus diperketat guna memastikan langkah mitigasi dan evakuasi dapat dilakukan secara cepat jika indeks bahaya meningkat melampaui ambang batas aman. 

Pihak berwenang meminta warga untuk tetap memantau kanal komunikasi resmi BMKG guna mendapatkan pembaruan data cuaca secara berkala.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #Ceposonline.com #cuaca ekstrem