Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bantuan Kepada Warga Terdampak Longsor di Tembagapura Telah Disalurkan

Wahyu Welerubun • Rabu, 29 April 2026 | 15:45 WIB
Bupati Mimika Johannes Rettob. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN)
Bupati Mimika Johannes Rettob. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem yang melumpuhkan Distrik Tembagapura.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengonfirmasi bahwa bantuan logistik telah dikirimkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak Selasa 28 April 2026 untuk menyasar warga yang terisolasi akibat tanah longsor.

“Kami juga berikan bantuan kepada mereka yang terisolasi, sudah jalan,” ujar Johannes saat ditemui pada Rabu (29/4/2026). 

Ia menambahkan bahwa tim teknis kini tengah berada di lokasi bencana untuk memetakan risiko serta menyusun strategi mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas. 

“Tim kita sudah naik untuk lihat semua keluhan-keluhan yang ada di sana,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Sabtu 25 April 2026 ini telah merusak akses utama jalan Waa Banti–Kimbeli. 

Kondisi di lapangan dilaporkan kian mengkhawatirkan setelah longsor susulan terjadi pada Senin malam 27 April 2026 tepat di depan Rumah Sakit (RS) Waa Banti. 

Fasilitas kesehatan vital tersebut kini berada di ujung tanduk karena bibir longsor hanya menyisakan jarak sekitar lima meter dari fondasi bangunan.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengungkapkan bahwa dua rumah adat Honai telah hanyut tersapu luapan air, sementara empat lainnya dalam kondisi miring dan terancam ambruk. 

Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu menjadi pemicu utama longsor di wilayah tersebut,” kata Firman. 

“Senin malam kembali terjadi longsor susulan di depan rumah sakit. Ini informasi yang kami terima pagi tadi,” ujarnya. 

Hingga saat ini, isolasi geografis masih menjadi kendala utama karena terputusnya transportasi darat. Warga terpaksa bertaruh nyawa melintasi jalur darurat di tepian material longsor. 

“Jalan kaki masih bisa. Jalan setapak di pinggir itu sisa-sisa longsor itu Pak. Masih kemarin pakai tali itu,” papar Firman menggambarkan sulitnya aksesibilitas di area tersebur. 

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Distrik Tembagapura telah mendirikan 20 tenda pengungsian bagi warga yang bermukim di bantaran sungai. 

“Kemarin Kadistrik Tembagapura Def Tatiratu sudah memberikan tenda itu 20 untuk ini masyarakat, kasih sumbangan buat masyarakat itu,” lanjut Firman.

Untuk menangani kerusakan infrastruktur yang masif, Pemkab Mimika kini menggandeng tim teknis dari PT Freeport Indonesia serta melibatkan ahli geoteknik untuk menganalisis stabilitas tanah. 

Langkah ini diambil menyusul peringatan dini cuaca yang memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah pegunungan Mimika hingga lima hari ke depan. Warga pun diinstruksikan untuk tetap dalam kewaspadaan tinggi menghadapi potensi longsor susulan.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #Ceposonline.com #Johannes Rettob #tembagapura