CEPOSONLINE.COM,MIMIKA - Proses ritual adat perdamaian panah babi dan patah panah di Distrik Kwamki Narama sebagai tanda berakhirnya konflik antara kelompok Dang dan Newegalen diwarnai aksi tidak terpuji dari salah satu kelompok.
Pantauan media ini, setelah prosesi damai berlalu, belum genap 30 menit, saat sejumlah tahanan digiring menuju kendaraan polisi, salah satu kelompok yang diketahui adalah Dang kembali merusuh dengan melakukan protes terhadap aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan tanpa syarat.
Namun, hal ini sulit untuk diwujudkan lantaran para tahanan yang tercatat telah memenuhi unsur pidana pasca rangkaian pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan di Polres Mimika.
Meski dihujani rentetan tuntutan, aparat keamanan tetap membawa para tahanan. Melihat pemandangan itu, seseorang yang diduga sebagai provokator melempar aparat keamanan beserta para pejabat yang hadir dengan menggunakan batu.
Aparat keamanan lalu membalas dengan melepas tembakan peringatan dan mengejar para oknum yang diduga sebagai provokator.
Meja dan kursi berhamburan, di saat yang sama aparat keamanan pun melakukan pengamanan terhadap para pejabat yang hadir untuk meninggalkan lokasi.
Sampai berita ini, aparat masih bersiaga penuh sekaligus melakukan patroli untuk mencegah adanya konflik susulan. (*)
Editor : Agung Trihandono