CEPOSOONLINE.COM, MIMIKA - Upaya mewujudkan perdamaian di antara kelompok Dang dan kelompok Newegalen yang terlibat konflik berkepanjangan di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama tampaknya akan segera tercapai.
Hal ini berdasarkan hasil pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Mimika bersama masing-masing pihak yang berkonflik secara terpisah, dan kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai.
Sebelumnya, pada Selasa 6 Januari 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong serta Wakil Bupati Puncak Naftalo Akwal dan Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni telah menggelar pertemuan dengan kelompok Dang.
Dari pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan kembali melakukan pendekatan bersama dengan kelompok Newegalen pada Rabu, 7 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membuahkan hasil, di mana pihak Dang telah bersedia untuk berdamai dengan kelompok Newegalen.
Dari pertemuan tersebut, pihak Newegalen pun turut sedia untuk berdamai. Menariknya, pernyataan ini disampaikan langsung oleh Waemum atau tokoh perang masing-masing kelompok serta keluarkan dari 11 korban yang meninggal dunia.
Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama wakilnya Emanuel Kemong serta Wakil Bupati Kabupaten Puncak Naftali Akawal didamping Plt Sekda Nenu Tabuni dalam dua hari belakangan telah bertemu kedua kubu yang terlibat bentrok di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Bupati Mimika Johannes Rettob juga membenarkan hal tersebut. Menurut John, dari hasil pertemuan dapat disimpulkan bahwa kedua pihak berkeinginan untuk berdamai.
Namun, masih ada langkah selanjutnya untuk mempercepat proses perdamaian tersebut. Yaitu mempertemukan kedua pihak pada Jumat 10 Januari mendatang.
Sementara itu, menurut John, dari hasil pertemuan antara pemerintah dengan masing-masing kelompok, dapat disimpulkan bahwa proses perdamaian dapat segera tercapai dalam waktu dekat.
“Sudah sangat mengerucut bahwa perdamaian Kwamki Narama akan terjadi dalam waktu dekat,” tutur John.
“Hanya karena situasi keamanan jadi tercerai-berai, makanya itu dibutuhkan waktu untuk mengumpulkan mereka duduk bersama. Kurang lebih seperti itu. Mudah-mudahan ya, mari kita semua berdoa,” sambungnya.
Adapun perang antara kelompok Dang dan Newegalen ini telah berlangsung sejak 31 Oktober 2025 lalu. Kini, tiga bulan telah berlalu dan upaya untuk mendamaikan kedua belah pihak terus dilakukan.
Aparat keamanan pun masih disiagakan di lokasi konflik dan terus bernegosiasi dengan kedua belah pihak guna terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Per hari ini, Kamis (8/1/2026) aparat keamanan telah kembali membongkar tenda-tenda dan pondok-pondok pendukung perang, serta melakukan razia terhadap senjata tajam di lokasi perang. (*)
Editor : Elfira Halifa