CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Dua dari empat penumpang yang meninggal dunia dalam tragedi jatuhnya helikopter PK-IWS milik PT Intan Angkasa Air Service ternyata merupakan karyawan PT Palapa Timur Telematika.
Berdasarkan informasi yang diunggah di akun resmi sosial media Instagram @palapatimur pada Kamis (11/9/2025), PT Palapa Timur Telematika menyampaikan duka mendalam atas kepergian dua orang karyawannya bersama Pilot Eko Puja Sulandhono dan Helicopter Landing Officer (HLO) Sudiarman.
Adapun identitas keduanya masing-masing bernama lengkap Sulfiki Kurniawan (sebelumnya disebut Zulkivli) dan Herwanto (sebelumnya disebut Anto).
Dalam keterangan resminya, PT Palapa Timur Telematika menyampaikan bahwa helikopter milik PT Intan Angkasa PK-IWS tersebut digunakan dalam rangka pemeliharaan tower telekomunikasi Palapa Ring Timur demi menjaga kualitas dan pemerataan layanan telekomunikasi di wilayah Papua.
Helikopter berpenumpang 4 orang terdiri dari dua kru penerbangan dan dua karyawan bernama Herwanto (35) dan Zulfiki Kurniawan (26) yang sedang menjalankan tugas di lapangan.
“Kontak terakhir dengan helikopter terjadi pada Rabu 10 September 2025 pukul 11.30 WIT, sebelum sinyal komunikasi terputus,” demikian tulisan yang diunggah dalam siaran resmi di akun Instagram @palapatimur.
“Pagi hari ini, 11 September 2025, tim SAR yang dipimpin oleh Basarnas Timika terdiri dari TNI AU/Lanud Timika, Kodim Mimika, Polres Mimika, dan pihak Intan Angkasa telah berhasil mengevakuasi dari lokasi kejadian yakni di Distrik Jila, Mimika sejumlah 4 (empat) orang yang seluruhnya meninggal dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
PT Palapa Ring Timur menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban dan juga telah menghubungi keluarga masing-masing untuk memberikan pendampingan dan dukungan penuh dalam menghadapi masa sulit ini.
Proses penanganan lebih lanjut sedang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, bekerja sama dengan pihak berwenang setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama Tim SAR, aparat keamanan, otoritas setempat, dan semua pihak yang telah membantu dalam pencarian dan evakuasi."
"PTT berkomitmen untuk terus memberikan informasi resmi seiring dengan proses identifikasi dan pemulangan jenazah ke pihak keluarga,” demikian pernyataan resmi perusahaan tempat kedua korban bekerja. (*)
Editor : Gratianus Silas