CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Merauke merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi masyarakat yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Yoseph, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan kemiskinan sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dikatakan satu persoalan yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan adalah kualitas sumber daya manusia. “Dibandingkan dengan beberapa negara lain yang merdeka pada era 1940-an, mereka cenderung berkembang lebih cepat, menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu penyebabnya adalah kualitas sumber daya manusia,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial RI di Kabupaten Merauke, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan evaluasi pemerintah, salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya kualitas SDM Indonesia adalah masih banyaknya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Karena itu, pemerintah pusat melalui berbagai program strategis nasional berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat.
Yoseph menegaskan, program Sekolah Rakyat tidak boleh dipahami hanya sebagai pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menyebutkan, sasaran utama Sekolah Rakyat adalah keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua berdasarkan data sosial ekonomi, yakni masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Bupati mengungkapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Merauke telah diresmikan pada tahun lalu dan saat ini telah berjalan selama satu tahun.
Namun, untuk sementara kegiatan belajar mengajar masih menggunakan gedung milik Pemerintah Kabupaten Merauke. Sekolah tersebut berada di bawah penanganan langsung Kementerian Sosial.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. “Dari bangun tidur sampai kembali tidur, mereka diurus oleh negara. Jadi kita patut bersyukur Sekolah Rakyat ini ada di Kabupaten Merauke,” tambahnya. (*)
Laporan: Yulius Sulo
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Merauke merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi masyarakat yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Yoseph, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan kemiskinan sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dikatakan satu persoalan yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan adalah kualitas sumber daya manusia. “Dibandingkan dengan beberapa negara lain yang merdeka pada era 1940-an, mereka cenderung berkembang lebih cepat, menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu penyebabnya adalah kualitas sumber daya manusia,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial RI di Kabupaten Merauke, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan evaluasi pemerintah, salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya kualitas SDM Indonesia adalah masih banyaknya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Karena itu, pemerintah pusat melalui berbagai program strategis nasional berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat.
Yoseph menegaskan, program Sekolah Rakyat tidak boleh dipahami hanya sebagai pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menyebutkan, sasaran utama Sekolah Rakyat adalah keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua berdasarkan data sosial ekonomi, yakni masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Bupati mengungkapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Merauke telah diresmikan pada tahun lalu dan saat ini telah berjalan selama satu tahun.
Namun, untuk sementara kegiatan belajar mengajar masih menggunakan gedung milik Pemerintah Kabupaten Merauke. Sekolah tersebut berada di bawah penanganan langsung Kementerian Sosial.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. “Dari bangun tidur sampai kembali tidur, mereka diurus oleh negara. Jadi kita patut bersyukur Sekolah Rakyat ini ada di Kabupaten Merauke,” tambahnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser