Tiga Hari Mengungsi, Warga Kanami Hanya Berharap Pemerintah Datang

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Rumah dan tempat usaha warga Kampung Kanami yang rata dengan tanah akibat terbakar  Senin (26/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Rumah dan tempat usaha warga Kampung Kanami yang rata dengan tanah akibat terbakar  Senin (26/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Warga Kampung Kanami, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, berharap pemerintah daerah segera turun tangan membantu korban kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan, Senin (26/10/2026). 

Sebanyak 56 rumah terdampak dan 142 jiwa terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Ketua RT 5 Kampung Kanami, Andi Arwan Jaya, yang juga menjadi korban kebakaran, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 16:00 WIT. Api diduga berasal dari korsleting pada mesin diesel yang berada di bagian belakang salah satu kios.

Menurutnya, warga yang terdampak terdiri atas pemilik dan penyewa rumah maupun tempat usaha.

Setelah kebakaran, mereka terpaksa mengungsi ke tiga lokasi, yakni rumah-rumah yang masih utuh di Kampung Kanami, Kampung Sagoni, dan Kampung Asgon.

Namun, hingga tiga hari setelah kejadian, warga mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah daerah. Mereka berharap pemerintah segera datang melihat langsung kondisi para korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi.

“Bupati dan Wakil Bupati Mappi juga belum datang ke lokasi,” imbuhnya.
Andi Arwan Jaya mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Mappi telah menghubunginya untuk meminta data korban kebakaran. Meski demikian, hingga saat itu belum ada kepastian mengenai bentuk bantuan yang akan diberikan.

Bantuan yang telah diterima warga sejauh ini berasal dari pihak swasta dan masyarakat, berupa air minum, beras, serta sejumlah bahan kebutuhan pokok.

“Bantuan sampai kini dari Pemda belum. Yang ada bantuan masih dari saudara-saudara, artinya dari swasta,” ujarnya.


Bahkan menurutnya pemerintah distrik sampai sekarang belum menemui mereka. Yang baru datang dari kepolisian dan TNI beberapa saat setelah kejadian tersebut. 


Selain pemerintah kabupaten, warga juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan perhatian terhadap kondisi mereka. 

Menurut Andi Arwan Jaya, hingga Kamis (29/10/2026), pihaknya belum menerima komunikasi maupun permintaan data korban dari pemerintah provinsi.

“Kalau untuk Provinsi Papua Selatan sendiri jangankan bantuan, menghubungi kami saja untuk meminta data pun belum,” katanya.

Ia meminta Gubernur Papua Selatan bersama Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan turun langsung melihat kondisi warga yang kehilangan rumah dan tempat usaha akibat kebakaran tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi riil para korban, mendata kerugian, serta memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Andi Arwan mengungkapkan, kebakaran di Kampung Kanami tersebut merupakan kejadian ketiga yang terjadi di kawasan itu. Pada dua kejadian sebelumnya, warga membangun kembali bangunan mereka secara swadaya.

Berulangnya kebakaran membuat warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik dalam penanganan korban saat ini maupun upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Saat ini, kebutuhan mendesak warga meliputi air bersih, bahan makanan, minyak tanah, serta bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama berada di pengungsian.

Keterbatasan tempat tinggal dan hilangnya tempat usaha turut menambah beban warga yang terdampak. Karena itu, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus memikirkan pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.

“Tolong turun ke lapangan, lihat kami di sini,” pinta Andi.

Warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pendataan korban, tetapi dilanjutkan dengan penanganan nyata sehingga masyarakat yang terdampak kebakaran di Kampung Kanami dapat segera memperoleh bantuan dan kembali menjalani kehidupan secara layak. (*)

Editor : Elfira Halifa
kebakaran Merauke MAPPI PAPUA SELATAN