Dinkes Papsel Siapkan Dokter Spesialis untuk Perkuat Layanan di Puskesmas

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi dokter spesialis
Ilustrasi dokter spesialis

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan hingga tingkat puskesmas dengan mendatangkan dokter spesialis sesuai kebutuhan dan jenis penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat.

Dokter spesialis yang disiapkan antara lain dokter spesialis penyakit dalam, dokter kulit, serta dokter umum dan tenaga perawat yang akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pasien.

Selain pelayanan medis, tim kesehatan juga akan memberikan sosialisasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak-anak maupun masyarakat di wilayah pelayanan.

“Intinya dokter spesialis sesuai dengan kebutuhan yang ada di sana, penyakit terbanyak. Jadi kita sedang menghubungi dokter penyakit dalam, kemudian dokter kulit, dokter umum dan perawat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar, kepada media ini, Senin (21/9/2026).   

Berdasarkan kondisi di lapangan, kata Herlina, penyakit kulit masih menjadi salah satu keluhan yang banyak ditemukan masyarakat. Selain itu, penyakit yang berkaitan dengan batuk dan infeksi saluran pernapasan juga masih cukup banyak.
 
Dinas Kesehatan juga berupaya menghadirkan pelayanan dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau kebidanan dan kandungan ke puskesmas. Langkah tersebut dinilai penting karena angka kematian ibu dan anak di  Papua Selatan masih menjadi perhatian.
“Kita juga membawa dokter obstetri, kebidanan dan kandungan. Hanya memang di sini dokter juga masih padat. Jadi kami sedang mencari (dokter) untuk suatu saat kita bawa juga dokter kebidanan dan kandungan ke puskesmas-puskesmas,” ujarnya.

Pelayanan tersebut nantinya akan diperkuat dengan ketersediaan alat ultrasonografi (USG) di puskesmas. Pemerintah menargetkan puskesmas yang memiliki dokter dapat dilengkapi perangkat USG sehingga pemeriksaan kehamilan dan deteksi kondisi janin dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.
Bahkan, dokter umum yang bertugas di puskesmas akan diberikan pelatihan penggunaan USG dasar untuk pemeriksaan kehamilan.
“Dokter umum dilatih, minimal USG yang sederhana yang bisa melihat janinnya baik atau tidak. Karena program kita itu untuk deteksi dini,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan fasilitas dan kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas diharapkan dapat membantu mendeteksi risiko kehamilan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih serius.
 
Ia mengakui angka kematian anak dan balita di Papua Selatan masih tergolong tinggi. Sementara itu, angka kematian ibu  disebut menunjukkan penurunan. 
Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat puskesmas menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan untuk menekan angka kematian tersebut. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Merauke Dinas Kesehatan (Dinkes) Ceposonline.com