Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Penerimaan Siswa Baru SMAN I  Muting Belum Capai Kuota, Asrama Gratis Jadi Andalan

Yulius Sulo • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:29 WIB
Marthen Zenon Jamlean
(Ceposonline.com/Sulo)   
Marthen Zenon Jamlean (Ceposonline.com/Sulo)   

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Muting, Kabupaten Merauke, hingga saat ini baru mencapai sekitar 80 siswa dari kuota yang disediakan sebanyak 140 siswa.

Kepala SMA Negeri 1  Muting Marthen Zenon Jamlean mengatakan, sekolah menyiapkan empat rombongan belajar (rombel) untuk peserta didik baru. Dengan kapasitas tersebut, idealnya sekolah menerima sekitar 140 siswa. Namun hingga kini jumlah pendaftar baru sekitar 80 orang.
"Kuota kami sekitar 140 siswa, tetapi yang mendaftar baru sekitar 80 siswa," kata Mathen Zenon Jamlean ditemui media ini disela-sela  mengikuti  penguatan kapasitas kepala sekolah dio Merauke, Rabu (1/7/2026).    

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi karena di wilayah sekitar Muting yakni di Ulilin kini telah berdiri satu SMAN  sehingga lulusan SMP dari wilayah tersebut sebagian besar tidak lagi memilih SMAN I Muting.   
‘’SMA Negeri I Muting selama ini menerima siswa dari sejumlah sekolah di Distrik Muting, termasuk SMP Negeri 1 Muting, SMP Negeri 4 Muting, wilayah Bubul, hingga Kampung Bupul yang belum memiliki  pilihan sekolah lanjutan,’’ jelasnya.   

Untuk menarik minat calon siswa, sekolah menyediakan asrama putra dan putri secara gratis. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari kampung-kampung yang jauh dari sekolah, termasuk dari wilayah Bupul dan Bio.

"Kami memiliki asrama putra dan putri sehingga siswa dari daerah yang jauh bisa tinggal di sekolah. Asrama ini gratis karena dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Pemerintah Kabupaten Merauke," jelasnya.

Asrama putra memiliki kapasitas sekitar 60 orang, sedangkan asrama putri mampu menampung sekitar 50 orang. Meski terbuka bagi seluruh siswa, penghuni asrama diprioritaskan bagi Orang Asli Papua sesuai ketentuan pemerintah daerah.
Di sisi lain, sekolah tidak mengalami kekurangan tenaga pendidik. Dari total 27 guru yang mengajar, hampir seluruhnya telah memiliki sertifikat pendidik. Hanya satu guru mata pelajaran Agama Kristen yang belum mengikuti sertifikasi.
Namun, rendahnya jumlah peserta didik baru berpotensi mengurangi beban mengajar guru karena jumlah rombongan belajar tidak terisi secara maksimal.
"Kami tidak kekurangan guru. Justru kalau jumlah siswa sedikit, jam mengajar guru bisa berkurang karena setiap kelas tidak terisi penuh," katanya.

Pihak sekolah berharap jumlah pendaftar masih bertambah hingga berakhirnya masa penerimaan peserta didik baru sehingga seluruh rombongan belajar dapat terisi secara optimal.
‘’Kami masih membuka pendaftaran siswa baru sampai 1 Juli mendatang,’’ pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#asrama #Ceposonline.com #Merauke Papua Selatan