CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia dengan tegas menyatakan sangat menyayangkan atas penembakan terhadap kapal yang sedang membawa logistik dari Asmat menuju Yahukimo di sekitar wilayah Kabupaten Asmat. Peristiwaa tersebut terjadi pada Senin 4 Mei 2026. Pelakunya diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesuai dengan pengakuan dari aksi yang tersebar di media sosial tersebut.
‘’Saya sebagai Pannglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, sangat menyayangkan terhadap penembakan terhadap kapal tersebut,’’ tandas Pangdam Frits kepada wartawan di Merauke, Rabu (6/5/2026).
Jenderal bintang dua tersebut mengatakan, tindakan tersebut sangat disayangkan karena kapal tersebut memuat logistik untuk masyarakat di Kabupaten Yahukimo. Karena jalur sungai tersebut merupakan satu-satunya untuk membantu masyarakat di Yahukimo.
‘’Bertepatan dengan waktu kejadian itu, saya pas pertemuan dengan pimpinan Perum Bulog Merauke dan disampaikan kalau kapal yang ditembak itu yang dipakai mengangkut beras ke Yahukimo. Kita tahu, beras yang diangkut ke Yahukimo itu adalah beras dari Merauke,’’ katanya.
Untungnya dalam insiden penembakan tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja menjadi tanda bahwa jalur sungai dari Asmat ke Yahukimo tersebut mulai tidak aman dan akan menganggu droping logistik ke Yahukimo.
Diakui Pangdam bahwa lokasi kejadian penembakan tersebut sangat jauh dengan Pos TNI yang ada di Kabupaten Asmat.
‘’Kalau tidak salah tempat kejadian di Kampung Brasa. Sementara Pos kami sangat jauh sehingga kami mau bertindak juga dengan segala keterbatasan, sehingga kami hanya memantau dan mengikuti perkembangan. Tapi kita bersyukur bahwa dalam insiden itu tidak ada korban jiwa. Tapi kami TNI tetap berusaha bagaimana masyarakat tetap aman, terutama Nahkoda dan awak kapal,’’’ tandasnya.
Ditanya wartawan jika daerah Papua Selatan yang selama ini dikenal aman ternyata sudah dimasuki kelompok yang berseberangan dengan NKRI tersebut, karena kejadian penyerangan ini 2 2 kali terjadi di wilayah tersebut, Pangdam meminta masyarakat untuk tidak terlalu kuatir.
‘’Kita TNI ada di Asmat, ada di Mappi apalagi di Merauke. Bolehlah masyarakat beranggapan begitu tapi kita TNI juga sudah punya antisipasi. Karena kita sudah tahu bahwa saudara-saudara kita yang beda paham ini pastilah akan mencari tempat yang lebih aman. Mungkin mereka terdesak di daerah gunung sehingga mencari daerah aman. Kami sudah antisipasi hal itu. Saya sebagai Pangdam, mengimbau masyrakat untuk tidak takut karena kita ada disini untuk membuat masyarakat bisa aman,’’ terangnya.
Disinggung lagi wartawan adanya informasi jika di dalam kapal itu ada intelejen, Pangdam menegaskan bahwa sama sekali tidak ada anggota TNI di dalam kapal itu.
‘’Beberapa kejadian untuk mengelak pasti mengatakan kalau itu anggota TNI. Padahal tukang ojek. Saya minta teman-teman wartawan untuk jeli melihat kejadian ini jangan sampai kita digiring mereka dan ikut terbawa dengan argumen mereka bahwa di dalam kapal itu ada anggota TNI. Saya sebagai yang tertua dan pemegang kendali keamanan sekali lagi menegaskan tidak ada anggota TNI di dalam kapal tersebut,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw