CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Setelah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui menandatangan MoU dengan gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, direktur utama 9 rumah sakit nasional pengampu dan 7 rumah sakit regional pengampu langsung turun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke untuk melakukan pengecekan secara langsung, Rabu (6/5/2026).
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar dan diterima langsung Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulansari.
Selanjutnya dengan dibagi beberapa kelompok atau tim, para direktur rumah sakit nasional dan regional pengampu tersebut langsung tersebar dan melakukan pengecekan sarana prasarana, peralatan medis dan sumber daya manusia yang dimiliki RSUD Merauke.
Diketahui 9 direktur rumah sakit nasional pengampu tersebut yakni RSK Dharmais, RSJPD Harapan Kita, RSPON Mahar Mardjono, RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPI Soelianti Saroso, PKJN Marzuki Mahdi dan RSM Cicendo.
Sementara 7 rumah sakit regional pengampu yakni RSUP Wahidin Sooedirohoesod , RSUP Kandou, RSUD Soetomo, RSUD Jayapura, RSUP Sardjito, RSUD Syaiful Anwar dan RSM Bali Mandara.
Direktur Pelayanan Klinis Dirjen Kesehatan Lanjutan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dr. Obrin Parulian, M.Kes mengatakan dengan hadirnya para direktur rumah sakit nasional maupun rumah sakit regional pengampu di RSUD Merauke ini harapannya kedepan pelayanan RSUD Merauke akan semakin baik dan sesuai standar. Apalagi, provinsi Papua Selatan belum memiliki rumah sakit sendiri, sehingga RSUD Merauke yang akan menjadi tulang punggung pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di Papua Selatan saat ini.
Obrin Parulian mencontohkan di Provinsi Gorontalo, rumah sakit provinsi jauh tertinggal dibandingkan dengan rumah sakit Kota Gorontalo. Sehingga dia berharap RSUD Merauke bisa seperti itu.
‘’Tapi nanti kita lihat seberapa besar kesenjangan antara standar yang kita inginkan dengan existing sebenarnya. Kami hadir sebagai teman dan sebagai saudara tua dari Kementerian Kesehatan untuk membantu teman-teman yang ada di RSUD Merauke. Nanti kita akan berdiskusi, selanjutnya menyusun langkah-langkah strategis. Visitasi ini untuk melihat dulu. Setelah itu, tim pengampu nasional dan regional dengan rumah sakit yang diampu duduk bersama untuk menyusun apa yang harus dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang,’’ tandasnya.
Namun 3 hal yang harus diperhatikan, yakni sarana prasarananya, peralatan dan sumber daya manusianya.
‘’Kita memahami dengan keterbatasan khususnya di Papua memang tantangannya sangat berbeda ddibandingkan tempat lainnya,’’ tambahnya. (*)