Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Komunitas Jagal Sapi Mogok Jualan, Ini Akibatnya

Yulius Sulo • Kamis, 4 Januari 2024 | 10:54 WIB

 

Spanduk yang dipasang di tempat penjualan daging sapi di Pasar Wamanggu Merauke. Karena aksi mogok jagal sapi, Kamis (4/1/2024) tidak ada penjualan daging sapi.
Spanduk yang dipasang di tempat penjualan daging sapi di Pasar Wamanggu Merauke. Karena aksi mogok jagal sapi, Kamis (4/1/2024) tidak ada penjualan daging sapi.

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Ancaman dari Komunitas Jagal Sapi yang akan mogok jualan benar-benar diwujudkan mulai Kamis (4/1/2024). 

    Akibatnya tidak ada penjualan daging sapi di Pasar Wamanggu Merauke. Yang ada hanya penjualan ayam potong, ayam kampung bebek serta daging rusa. Itupun untuk daging rusa sangat terbatas. 

  Dari pantauan media ini di Pasar Wamanggu Merauke di tempat penjualan daging sapi saat ini, hanya terpasang sebuah spanduk putih yang bertuliskan turunkan tarif retribusi sapi dengan tulisan yang cukup besar. 

  Tulisan lainnya, kami butuh penjelasan bukan keputusan, dan sejumlah tandatangan di spanduk tersebut. 

   Ketua Asosiasi Jagal Kabupaten Merauke Alang Nurdin ditemui di Pasar Wamanggu Merauke mengaku sebenarnya pihaknya tidak terlalu mempersoalkan kenaikan retribusi yang naik dari Rp 100.000 menjadi Rp 200.000 per ekor sapi yang dipotong. Tapi sosialisasi yang tidak ada dari pemerintah dan tiba-tiba diberitahukan retribusi naik dari Rp 100.000 ke Rp 200.000 terhitung mulai 1 Januari 2024. 

    "Minimal ada sosialisasi kepada kita terlebih dahulu sebelum diberlakukan. Tapi, ini langsung dikasih tahu naik sebelum ada sosialisasi," katanya. 

   Belum diketahui sampai kapan mogok jualan dilakukan oleh para Jagal sapi Merauke itu. 

  "Rencana pagi ini kami mau ketemu dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, "pungkas Alang Nurdin. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Merauke #PAPUA SELATAN