Antisipasi PHMS, Balai Veteriner Jayapura Datangi Peternak

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 05:40 WIB
Petugas dari Balai Veteriner Jayapura saat melakukan langkah antisipatif mengecek kondisi terbak babi di wilayah Koya akhir Oktober lalu. Upaya ini untuk memastikan penanganan penyakit hewan menular bisa diantisipasi dan tertangani dengan baik. (CEPOSONLINE.COM/BALAI VETERIER JAYAPURA)
Petugas dari Balai Veteriner Jayapura saat melakukan langkah antisipatif mengecek kondisi terbak babi di wilayah Koya akhir Oktober lalu. Upaya ini untuk memastikan penanganan penyakit hewan menular bisa diantisipasi dan tertangani dengan baik. (CEPOSONLINE.COM/BALAI VETERIER JAYAPURA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Persoalan penyakit hewan menular selama ini perlu mendapat penanganan segera. Salah dalam hitungan waktu saja dampaknya ternak akan mati satu persatu dan menghabisi satu kandang. Karena itu Balai Veteriner Jayapura melakukan langkah antisipatif dengan mendatangi peternak.

 

Melalui koordinasi intensif, tim teknis diterjunkan secara langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan pengambilan sampel dan surveilans penyakit terintegrasi. Ini sesuai arahan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian terkait pengawasan dan pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). 

 

Lokasi pelaksanaan surveilans penyakit Ternak Babi di Kota Jayapura dilaksanakan pada tanggal 29-31 Oktober 2026 dengan pengambilan sampel di Koya Barat, Koya Timur, dan Koya Koso.

 

​Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini serta pemetaan potensi ancaman PHMS yang berisiko mengganggu populasi ternak maupun ketahanan pangan di wilayah Papua. 

 

​Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh Tri Juwianto menyampaikan bahwa pelaksanaan surveilans terintegrasi ini merupakan bentuk komitmen penuh instansi dalam menjalankan mandat nasional di daerah.

 

​"Koordinasi yang mantap di tingkat pusat dan daerah menjadi kunci utama. Berdasarkan arahan Bapak Dirjen PKH, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si tim kami turun langsung ke lapangan mengombinasikan pengambilan sampel spesimen dengan pengamatan terpadu agar data yang diperoleh akurat dan akuntabel," ujar Tri Juwianto.

 

Dijelaskan kKegiatan pengujian dan deteksi lapangan ini mengedepankan pendekatan kolaboratif bersama dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

 

Dengan keterpaduan data dan respons cepat di lapangan, diharapkan peta situasi PHMS dapat diperbarui secara real-time sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian penyakit hewan yang efektif.

 

Balai Veteriner Jayapura optimistis ​dengan langkah masif dan terintegrasi ini status kesehatan hewan di wilayah pelayanan Papua bisa terus terjaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi para peternak dan masyarakat. "Harapan kami peternak bisa tetap mengembangkan usahanya dan terus berkoordinasi dengan balai agar ketika muncul indikasi bisa langsung dilakukan penanangan cepat dan tepat," tutup Tri Juwianto. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
peternakan Ceposonline.com Koya Barat