Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ASF Menyerang Boven Digoel, Peternak Babi di Merauke Diminta Tingkatkan  Kewaspadaan  

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Para Peternak Babi di Merauke saat mengikuti sosialisasi kewaspadaan dini terhadap ASF yang kini akan mengancam ternak babi di Merauke, Sabtu (22/8/2026) (CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Para Peternak Babi di Merauke saat mengikuti sosialisasi kewaspadaan dini terhadap ASF yang kini akan mengancam ternak babi di Merauke, Sabtu (22/8/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE –Kepala Karantina Pertanian Papua Selatan Irsan Nuhantoro meminta kewaspadaan dini terhadap African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Merauke diperkuat menyusul penyebaran penyakit tersebut di Kabupaten Boven Digoel yang kini dilaporkan telah mencapai wilayah Tanah Merah.

Irsan mengatakan, kasus kematian ternak babi pertama kali dilaporkan pada April 2026 di tujuh distrik di Kabupaten Boven Digoel. Saat itu, sekitar 1.100 ekor babi mati dengan tingkat kematian mencapai 100 persen.

“Pertama kami dilaporkan pada gelombang pertama pada April 2026 itu di Kabupaten Boven Digoel di tujuh distrik. Tingkat kematiannya di tujuh distrik itu 100 persen, kurang lebih 1.100 ekor babi mati,” ujar Irsan dalam kegiatan peningkatan kewaspadaan dini terhadap wabah penyakit babi di Merauke, yang dihadiri para peternak babi besar, Sabtu (22/8/2026). 

Advertisement

Menurutnya, pada awal kejadian petugas belum dapat memastikan penyebab kematian ternak tersebut karena belum diketahui apakah disebabkan ASF atau penyakit lainnya. 

Pemeriksaan dan pengambilan sampel kemudian terus dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Perkembangan kasus kembali terjadi pada Juli 2026 di Distrik Arimop. Menurut Irsan, kasus tersebut menunjukkan pergerakan penyakit ke wilayah yang lebih rendah dari lokasi kejadian sebelumnya.

Advertisement

Di Distrik Arimop, tingkat kematian juga mencapai 100 persen pada salah satu kandang. Petugas kemudian melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

“Ini kejadian kedua. Jadi risiko terkait penyebaran virus pada babi ini yang kita deteksi memang itu adalah ASF. Ternyata masih bergerak ke bawah,” katanya.

Irsan menjelaskan, sebelum kasus tersebut ditemukan, pihaknya bersama Balai Veteriner dan Karantina telah melakukan pengambilan serta pemeriksaan sampel di sejumlah wilayah, termasuk Boven Digoel dan Mappi. Hasil pemeriksaan sebelumnya masih menunjukkan hasil negatif.

Namun, perkembangan kasus di Arimop kemudian menunjukkan adanya ASF. Bahkan, pada Agustus 2026 pihaknya kembali mendapatkan informasi mengenai kejadian kematian ternak babi di wilayah Tanah Merah.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Otsus, Soleman Jambormias, menantang pengurus Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) periode 2026–2

Dicuri dan Dipotong, Sapi Warga Mimi Baru Merauke Rugikan Korban Rp9 Juta

Dicuri dan Dipotong, Sapi Warga Mimi Baru Merauke Rugikan Korban Rp9 Juta

Kasus dugaan pencurian ternak sapi terjadi di Kampung Mimi Baru, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (29/10). 

Dana Otsus Papua Selatan dan 4 kabupaten Cakupan 2027 Diproyeksi Rp1,8 Triliun

Dana Otsus Papua Selatan dan 4 kabupaten Cakupan 2027 Diproyeksi Rp1,8 Triliun

Alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan empat pemerintah kabupaten cakupan Papua Selatan pada tahun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer