
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Persoalan penyakit hewan menular selama ini perlu mendapat penanganan segera. Salah dalam hitungan waktu saja dampaknya ternak akan mati satu persatu dan menghabisi satu kandang. Karena itu Balai Veteriner Jayapura melakukan langkah antisipatif dengan mendatangi peternak.
Melalui koordinasi intensif, tim teknis diterjunkan secara langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan pengambilan sampel dan surveilans penyakit terintegrasi. Ini sesuai arahan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian terkait pengawasan dan pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
Lokasi pelaksanaan surveilans penyakit Ternak Babi di Kota Jayapura dilaksanakan pada tanggal 29-31 Oktober 2026 dengan pengambilan sampel di Koya Barat, Koya Timur, dan Koya Koso.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini serta pemetaan potensi ancaman PHMS yang berisiko mengganggu populasi ternak maupun ketahanan pangan di wilayah Papua.
Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh Tri Juwianto menyampaikan bahwa pelaksanaan surveilans terintegrasi ini merupakan bentuk komitmen penuh instansi dalam menjalankan mandat nasional di daerah.



