CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Papua, Papua Barat, dan Maluku memperluas literasi pengelolaan kekayaan negara dan lelang digital kepada kalangan mahasiswa melalui program DJKN Goes to Campus di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen), Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “Membangun Literasi Lelang Digital yang Aman, Transparan, dan Inklusif di Tanah Papua”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Manajemen. Edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kekayaan Negara sekaligus memperkenalkan layanan lelang digital pemerintah kepada generasi muda.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu, SE., M.Sc., Agr., mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Uncen dan DJKN, terutama dalam penilaian Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah di lingkungan kampus untuk mendukung tertib administrasi pencatatan aset negara.
“Uncen juga bersinergi dengan KPKNL Jayapura dalam penataan BMN, termasuk mengajukan persetujuan penghapusan kendaraan yang telah habis masa manfaatnya. Aset tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui penjualan secara lelang sehingga berpotensi menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya dalam rilis, Kamis (5/11/2026).
Ferdinand berharap kerja sama tersebut terus ditingkatkan, termasuk melalui kegiatan edukasi yang melibatkan mahasiswa secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Papabaruku yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Raden Nuh Wardhanu, memperkenalkan tugas dan fungsi DJKN sebagai unit di lingkungan Kementerian Keuangan yang menangani kebijakan pengelolaan kekayaan negara, penilaian, dan lelang.
“Peran Kanwil DJKN Papabaruku beserta empat kantor pelayanan di wilayah kerjanya, yakni KPKNL Ambon, KPKNL Jayapura, KPKNL Sorong, dan KPKNL Biak, adalah sebagai unit di lingkungan Kementerian Keuangan yang menangani kebijakan pengelolaan kekayaan negara, penilaian, dan lelang,” jelasnya.
Dalam sesi materi, Kepala Seksi Bimbingan Lelang I, Lady Diana Capelle, memaparkan pengertian dan sejarah lelang, perkembangan kelembagaan lelang di Indonesia, serta fungsi lelang dalam mendukung perekonomian dan pengelolaan keuangan
negara.
Menurutnya, lelang tidak hanya menjadi sarana transaksi jual beli, tetapi juga mendukung penguatan fiskal, penegakan hukum, dan pengelolaan aset. Melalui mekanisme penawaran terbuka, peserta memiliki kesempatan bersaing untuk memperoleh aset dengan harga yang terbentuk secara transparan.
Materi dilanjutkan Pelaksana Seksi Bimbingan Lelang II, Gayuh Aji Prasongko, yang memperkenalkan Portal Lelang Indonesia melalui laman lelang.go.id. Portal tersebut memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan mengikuti proses lelang secara daring.
Peserta juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan DJKN, KPKNL, maupun layanan lelang resmi pemerintah.
Untuk memberikan pemahaman praktis, Pejabat Lelang Pertama KPKNL Jayapura, Dian Ardiansyah, menjelaskan tahapan pendaftaran dan keikutsertaan dalam lelang melalui portal tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penawaran menggunakan objek yang telah disiapkan panitia.
Melalui program ini, Kanwil DJKN Papabaruku berharap mahasiswa semakin memahami pengelolaan kekayaan negara yang akuntabel serta mampu memanfaatkan kanal lelang digital resmi pemerintah.
Selain memperkenalkan lelang sebagai alternatif transaksi yang terbuka dan transparan, kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong jiwa kewirausahaan mahasiswa sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan berkedok lelang. (*)