Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kuota Terbatas, Ini Jumlah Penerimaan Siswa Baru di SMA Negeri 4 Jayapura 

Yohanes Palen • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:43 WIB
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pihak sekolah SMA 4 Jayapura kini telah menetapkan jumlah kuota dalam penerimaan siswa baru mereka di tahun ajaran baru 2026.

Kendatipun jadwal pendaftaran belum dibuka, namun pihak sekolah sudah mewanti-wanti membludaknya calon pelamar atau siswa yang hendak mendaftar di SMA N 4 Jayapura.

Dengan melihat animo para orang tua dan siswa pada pendaftaran siswa baru di tahun-tahun sebelumnya SMA N 4 Jayapura selalu menjadi sasaran.

Bahkan pihak sekolah kewalahan untuk menerima semua dengan banyaknya siswa yang hendak melamar di sekolah yang berlokasi di Distrik Jayapura Selatan tersebut.

Sebagai antisipasi pihak sekolah kini telah melakukan berbagai persiapan termasuk menentukan jumlah kuota siswa mereka menjelang dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Salah satunya dengan menetapkan kuota penerimaan siswa baru sebanyak 432 orang serta memperketat verifikasi dokumen kependudukan guna mencegah praktik penyalahgunaan alamat domisili.

Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, mengatakan kuota penerimaan tahun ini disesuaikan dengan kapasitas sekolah yang tersedia.

“Dengan kapasitas 12 rombongan belajar (rombel) dan maksimal 36 siswa per rombel, maka tahun ini SMA Negeri 4 Jayapura hanya dapat menerima 432 siswa baru,”ungkap Widya Kusmayanti.

Menurutnya, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 600 siswa. Namun, angka tersebut dinilai telah melebihi kapasitas ideal sekolah.

“Kalau mengikuti aturan yang berlaku, kapasitas kami hanya 432 siswa. Tahun-tahun sebelumnya memang bisa sampai 600 siswa, tetapi sebenarnya sudah over kapasitas,” jelasnya.

Untuk mengakomodasi siswa berprestasi, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi sejak akhir tahun lalu. 

Salah satunya melalui program golden ticket yang diberikan kepada peserta berprestasi dalam berbagai perlombaan yang digelar saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura.

Selain jalur prestasi, PPDB tahun ini juga membuka jalur domisili, afirmasi, dan kemitraan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekolah juga menyediakan kuota khusus bagi pengurus OSIS berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan.

Widya menegaskan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. 

Karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan sekolah dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Pendaftaran gratis. Tidak ada biaya untuk mendapatkan kursi atau kuota masuk. Semua proses dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,”tegasnya.

Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar setiap tahun membuat pihak sekolah mengambil langkah tegas dengan memperketat verifikasi dokumen kependudukan, khususnya bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur domisili.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik “titip alamat” atau pemindahan alamat sementara ke rumah keluarga maupun kerabat yang berada di sekitar lingkungan sekolah demi meningkatkan peluang diterima.

“Minat masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan lebih ketat dalam melakukan pendataan dan verifikasi dokumen kependudukan,"jelasnya.

Pihaknya ingin memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ia mengakui praktik pemindahan alamat sementara menjadi salah satu faktor yang menyebabkan membludaknya jumlah pendaftar setiap tahun. 

Karena itu, panitia PPDB yang telah dibentuk akan melakukan pemeriksaan dokumen secara lebih cermat dan menyeluruh.

Selain memperketat seleksi pada jalur domisili, SMA Negeri 4 Jayapura juga tetap berpedoman pada ketentuan pemerintah terkait jumlah rombongan belajar agar tidak terjadi penumpukan siswa melebihi kapasitas sekolah.

“Kami ingin mencegah penyalahgunaan dokumen kependudukan yang selama ini sering menjadi sorotan. Kami juga memastikan tidak ada penerimaan siswa melebihi kapasitas yang telah ditetapkan,” pungkas Widya. (*).

Editor : Yohanes Palen
#siswa baru #Ceposonline.com #kota jayapura #SMA Negeri 4 Jayapura