Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Resmi Dilantik, Pengurus IDI Wilayah Papua Masa Bakti 2025-2028 Siap Perkuat Layanan Kesehatan

Jimianus Karlodi • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:31 WIB
 IDI Wilayah Papua saat menggelar pelantikan pengurus baru Masa Bakti 2025-2028 di ballroom hotel horison, Kotaraja, Sabtu (2/5/2026).
 IDI Wilayah Papua saat menggelar pelantikan pengurus baru Masa Bakti 2025-2028 di ballroom hotel horison, Kotaraja, Sabtu (2/5/2026).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua secara resmi memulai babak baru kepemimpinan dengan digelarnya prosesi pelantikan Pengurus IDI Wilayah Papua Masa Bakti 2025-2028. 

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran dokter dari berbagai kabupaten/kota serta pemangku kepentingan kesehatan di Tanah Papua, di Ballroom Hotel Horison Kotaraja, Sabtu (2/5/2026).

Dalam suasana penuh semangat di ruang pertemuan, para pengurus baru yang mengenakan jas organisasi berwarna hijau tua tampak berbaris rapi saat mengucapkan sumpah jabatan. Pelantikan ini menjadi simbol regenerasi sekaligus komitmen berkelanjutan para dokter di Papua untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua IDI Wilayah Papua terpilih periode 2025-2028, dr. Nickanor K. R. Wonatorey dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan kesehatan di tanah Papua saat ini tidaklah ringan. Dimana pemerataan tenaga medis di pelosok Papua masih menjadi sorotan publik, lantaran keamanan belum terjamin.

Karena itu, dr. Nick mengatakan fokus utama dirinya dan kepengurusan baru dalam tiga tahun kedepan diantaranya adalah Pemerataan Tenaga Medis, Perlindungan Profesi, hingga Sinergi Pemerintah.

"Tantangan kesehatan ditanah Papua tidaklah ringan, masih keterbatasan akses layanan kesehatan, distribusi tenaga medis yang belum merata, dan masih banyak lainnya," kata dr. Nick.

Beban penyakit seperti, TBC, malaria dan HIV-AIDS dan tantangan geografis yang sulit dijangkau, serta sosial budaya juga menjadi program prioritas ketua IDI Wilayah Papua itu dalam tiga tahun kedepan.

Namun dibalik banyaknya permasalahan itu, dr. Nick mengatakan bahwa Papua memiliki tenaga kesehatan yang memiliki etos kerja yang sangat bagus, serta memiliki tenaga dokter yang selalu bekerja dari hati untuk masyarakat Papua.

Sebagai ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nick mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk memperkuat profesi dokter serta menjaga marwah profesi dokter melalui pendekatan etika, serta meningkatkan kompetensi para dokter.

"Selain itu, kami juga mendorong pemerataan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Untuk dapat memastikan masyarakat di Papua mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," lanjutnya menjelaskan.

Untuk itu ia menegaskan kepada anggota baru IDI Wilayah Papua yang lantik bahwa IDI hadir di bumi cenderawasih untuk memberikan masukan kepada pemangku kepentingan berbasis pengetahuan, penelitian demi kesehatan yang tepat sasaran.

Selain itu yang tak kalah penting kata dr Nick adalah meningkatkan kesejahteraan dokter, tidak adalagi dokter yang berjalan sendiri. Karena dokter di Papua bukan sekadar profesi, tapi adalah garda terdepan kemanusiaan. 

"Dengan kepengurusan yang baru ini, kami berharap IDI semakin solid dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks," pungkasnya. 

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2025–2028 adalah DR. Dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes, Ketua IDI Papua priode 2022-2025, dr. Donal Willem Aronggear, S.B (K) dan stackolder lainnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#IDI Kota Jayapura #Ceposonline.com #layanan kesehatan