CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Anggota Komisi D DPRK Kota Jayapura, Barto Taniauw, kembali mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan tugasnya secara maksimal dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan, kualitas pemenuhan gizi bagi penerima manfaat tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena menyangkut masa depan generasi muda.
"Pemenuhan gizi menu MBG itu harus terpenuhi dan jangan asal-asalan,"ucap Barto Taniauw saat menghubungi Ceposonline.com, Sabtu (25/4/2026) malam.
Menurut Barto, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat, termasuk SPPG, harus memastikan standar makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Pihaknya berharap distribusi MBG di sekolah-sekolah di Kota Jayapura harus tepat waktu dan pastikan makanan yang disaji tidak basi.
“Program ini sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Tetapi pelaksanaannya harus benar-benar diawasi, mulai dari kualitas bahan makanan, kebersihan, hingga kandungan gizinya,"tegas pria yang baru terpilih sebagai Ketua KNPI Kota Jayapura ini.
Kata Barto Taniauw bahwa, MBG yang disajikan kepada anak-anak sekolah juga jangan sampai hanya sekedar memenuhi target, tetapi kualitasnya diabaikan.
Ia menilai, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampak nyata terhadap peningkatan status gizi anak dan penurunan angka stunting di daerah lebih khusus di Kota Jayapura.
Barto juga meminta adanya pengawasan ketat dari instansi teknis terkait, agar proses distribusi makanan berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program harus dijaga untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong agar SPPG lebih memperhatikan variasi menu makanan sehingga penerima manfaat mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral.
“Jangan sampai program ini hanya formalitas. Anak-anak harus mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi, sehat, dan layak konsumsi. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia kita,”tambahnya.
Pihaknya berharap program MBG di Kota Jayapura dapat berjalan optimal dan menjadi salah satu solusi dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang menjadi sasaran utama program tersebut.
"Di Kota Jayapura program MBG ini harus sukses dan harus membawa dampak bagi masyarakat. SPPG juga jangan monopoli dalam pengelolan MBG, harus dilakukan secara terbuka dan trasparan,"tutup Barto Taniauw. (*).
Editor : Yohanes Palen